Dinas Pendidikan Palangka Raya membuka peluang untuk menggeser jadwal ujian akhir semester SD dan SMP karena proses pembelajaran belum berjalan optimal. Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung, kehadiran siswa hanya berkisar 40-60 persen.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani,mengatakan penundaan ujian menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Langkah tersebut diperlukan agar siswa memiliki waktu lebih panjang untuk mengejar materi pelajaran yang tertinggal selama PJJ.
Semula, ujian akhir semester dijadwalkan berlangsung pada 4-7 Desember 2026. Namun, jadwal itu berpeluang berubah jika kondisi belum memungkinkan. Bahkan, ujian bisa ditunda hingga Januari 2027.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kemungkinan, kemarin juga ada wacana di Januari. Itu juga disampaikan Pak Wali. Artinya, jadwal ujian bisa mundur," kata Jayani, Selasa (27/10/2026).
Rendahnya tingkat kehadiran siswa berdampak pada penyampaian materi yang belum maksimal. Sebagian siswa berpotensi menghadapi ujian ketika pemahaman mereka terhadap pelajaran belum sepenuhnya tercapai.
Jayani menegaskan, persoalan utama bukan semata-mata metode pelaksanaan ujian, melainkan kesiapan siswa setelah mengikuti pembelajaran yang terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kalaupun online, kalau tetap begini, otomatis masalahnya kita mengejar materi pelajaran itu. Banyak yang tertinggal. Sebab kehadiran siswa dalam pembelajaran jarak jauh tercatat hanya berkisar 40 hingga 60 persen," ungkapnya.
Pelaksanaan ujian secara daring juga belum tentu menjadi solusi apabila siswa belum memperoleh materi pembelajaran secara memadai. Dinas Pendidikan ingin memastikan peserta didik memiliki kesempatan yang cukup untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi evaluasi akhir semester.
Meski opsi penundaan hingga Januari 2027 telah mengemuka, Jayani menegaskan belum ada keputusan final mengenai perubahan jadwal tersebut. Dinas masih memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan serta kondisi cuaca di Palangka Raya.
Apabila curah hujan meningkat dan kondisi membaik pada November mendatang, pergeseran jadwal ujian kemungkinan hanya dilakukan dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika gangguan pembelajaran masih berlanjut, penundaan lebih lama dapat menjadi bahan pertimbangan.
"Keputusan akhir nantinya akan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan dan kesiapan siswa. Dengan demikian, jadwal ujian akhir semester SD dan SMP di Palangka Raya masih menunggu evaluasi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan," pungkasnya.




























































