Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah mengkritik sikap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menyusul dugaan tindakan tak pantas ajudannya berinisial ART yang menyenggol mahasiswa saat aksi demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menilai insiden tersebut mencerminkan watak dan karakter gubernur.
Sosok yang akrab disapa Castro itu menilai selama ini Rudy dinilai cenderung tidak menerima perbedaan pandangan, termasuk dari kalangan mahasiswa dan media. Selain terhadap massa aksi, Castro menyebut jurnalis juga kerap mendapatkan perlakuan yang menurutnya tidak layak.
"Dia cenderung tidak menerima pandangan, dia cenderung mempersekusi teman-teman yang aksi, bahkan teman-teman media dan wartawan kan itu sering kali mendapat perlakuan yang sebenarnya tidak layak dan tidak pantas. Jadi kalau kemudian ajudan itu melakukan tindakan-tindakan yang tidak pantas pula, saya kira itu mencerminkan bagaimana watak dan karakter Gubernur," kata Castro kepada detikKalimantan, Selasa (20/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Castro juga mempertanyakan sikap Rudy dalam merespons insiden yang melibatkan ajudannya tersebut. Menurutnya, apabila gubernur menganggap tindakan ajudannya tidak pantas, seharusnya permintaan maaf segera disampaikan kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi.
"Kalau memang Gubernur merasa bersalah, tindakan ajudannya adalah tindakan yang tidak pantas, harusnya dia kan buru-buru minta maaf. Tidak ada satu halpun yang dilakukan oleh gubernur untuk mencerminkan bahwa sebenarnya itu di luar kendalinya," ujarnya.
Menurutnya, jika tindakan tersebut memang tidak diketahui Rudy, seharusnya Rudy segera memberikan klarifikasi dan merespons kejadian itu. Castro menilai respons tersebut diperlukan sebagai bentuk penghormatan terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.
"Kalaupun tidak sepengetahuan Gubernur, tidak buru-burunya dia minta maaf, mengklarifikasi atau merespon situasi itu karena tidak pantas banget buat teman-teman yang aksi, itu menandakan bahwa itulah cerminan watak atau karakternya gubernur yang memang sama sekali tidak mempertimbangkan bagaimana relasi dan perlindungan terhadap siapapun yang daatng ke tempatnya. Mau itu teman-teman yang aksi, mau itu teman-teman media, dan lain sebagainya," pungkasnya.




























































