Kabut asap di Kota Palembang berpotensi kembali menebal pada akhir Oktober hingga awal November 2026. Kondisi ini dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir yang asapnya dapat terbawa angin menuju Palembang.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto mengatakan potensi kembali pekatnya kabut asap bergantung pada sumber asap dan arah pergerakan angin.
"Ya benar, tentunya bercerita apakah kabut asap atau konsentrasi kabut asap ini akan kembali masuk menjadi pekat di wilayah kota Palembang sekitarnya. Nah tentunya ini tidak menutup kemungkinan ini akan terjadi kembali tergantung dari sumber dari asap itu sendiri. Yaitu kebakaran hutan lahan yang ada di wilayah OKI maupun OI yang terdorong oleh pergerakan angin yang mengarah wilayah kota Palembang," katanya Rabu (28/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siswanto juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki akhir Oktober. Sebab, potensi pertumbuhan awan hujan diperkirakan menurun setelah 30 Oktober hingga awal November.
"Nah setidaknya boleh kami sampaikan nanti setelah tanggal 30 Oktober ya, di tanggal 31. Kemudian masuk di awal November itu juga terlihat adanya penurunan potensi pertumbuhan awan hujan. Justru di tanggal-tanggal itulah barangkali kita tetap harus meningkatkan kewaspadaannya sehingga masyarakat jangan sampai lengah," ucapnya.
Siswanto menjelaskan, hujan yang turun di sejumlah wilayah Sumatera Selatan saat ini belum menandakan bahwa daerah tersebut telah memasuki awal musim hujan.
"Bahwa hujan yang terjadi saat ini bukan serta-merta di wilayah Sumatera Selatan, itu belum memasuki awal musim hujan. Artinya kalau di Sumatera Selatan baru masuki awal musim hujan itu nanti di dasar yang kedua atau di atas tanggal 10 November dan di bulan Desember barangkali itu," jelasnya.



























































