Manusia membutuhkan oksigen saat berada di dalam air. Jika tanpa oksigen, kira-kira berapa lama ya manusia bisa bertahan di dalam air?
Mengutip BBC, rata-rata manusia dapat menahan napas di dalam air berkisar antara 30 sampai 90 detik. Proses manusia bisa menahan napas di dalam air merupakan refleks mamalia.
Ketika menyelam dan wajah mulai terendam, detak jantung akan melambat, kemudian aliran darah dialihkan dari anggota tubuh menuju kepala dan badan, tempat organ-organ penting seperti otak dan jantung berada. Perubahan fisiologis ini memungkinkan kita untuk bertahan hidup lebih lama ketika kita terendam dalam air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor Dunia: Manusia Bisa Menahan Napas 29 Menit di Dalam Air
Penyelam bebas asal Kroasia, Vitomir Maričić, mencatatkan rekor dunia menahan napas selama 29 menit dan tiga detik, sambil berbaring di dasar kolam sedalam 3 meter, pada 2025. Maričić memecahkan rekor sebelumnya milik penyelam bebas Kroasia lainnya, Budimir Šobat, pada 2021.
Keduanya bisa menahan napas lebih lama daripada manusia pada umumnya karena sudah terlatih secara profesional. Mereka melakukan pelatihan fisik dan mental yang ekstensif untuk menahan napas di bawah air dalam waktu yang lama.
Menurut laporan University of Wollongong Australia, para penyelam bebas telah melakukan latihan kardiovaskular, yang bisa meningkatkan detak jantung, pernapasan, dan aliran darah secara keseluruhan dalam jangka waktu yang lama. Mereka juga melatih pernapasan untuk meningkatkan jumlah udara (dan karenanya oksigen) yang dapat mereka simpan di paru-paru mereka.
Latihan fisik semacam itu bisa didapat dari olahraga seperti berenang, jogging, atau bersepeda, yang melatih diafragma mereka, otot utama pernapasan. Dalam hal ini, pernapasan diafragma dan latihan kardiovaskular melatih paru-paru untuk mengembang ke volume yang lebih besar dan menampung lebih banyak udara.
Saat paru-paru dapat menyimpan lebih banyak oksigen, menahan napas di dalam air juga bisa lebih lama. Di sisi lain, penyelam bebas juga mengontrol diafragma dan otot tenggorokan mereka untuk memindahkan oksigen yang tersimpan dari paru-paru ke saluran pernapasan. Tujuannya adalah memaksimalkan penyerapan oksigen ke dalam darah untuk mengalir ke bagian tubuh lainnya.
Sebelum Menyelam, Menghirup Oksigen Murni
Sebelum terjun dan menahan napas di dalam air, penyelam bebas menghirup oksigen murni terlebih dahulu. Sebelum memecahkan rekor dunia, Maričić menghirup oksigen murni (100%) selama sepuluh menit.
Cara ini memberi Maričić cadangan oksigen yang lebih besar daripada jika ia menghirup udara normal , yang hanya mengandung sekitar 21% oksigen. Menurut Guinness Book of World Records, rekor Maričić termasuk kategori menahan napas dengan bantuan oksigen.
Jika tanpa oksigen murni tambahan, Maričić dapat menahan napas selama 10 menit dan 8 detik. Waktu ini bisa tercapai tidak hanya berkat latihan fisik, tetapi juga mental.
Para penyelam bebas berlatih dan terus melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, kesadaran pernapasan, dan mindfulness. Maka itu, praktik menahan napas atau menyelam bebas di kedalaman air, bukan untuk coba-coba, melainkan membutuhkan latihan profesional bertahun-tahun.
Manusia Penyelam dari Asia Tenggara
Di Asia Tenggara, terdapat Suku Bajau yang dikenal bisa menyelam lama tanpa bantuan oksigen. Suku ini tersebar di perairan Filipina, Malaysia, hingga Indonesia Timur.
Dalam studi yang terbit di jurnal Cell pada 2018, ditemukan bahwa suku Bajau memiliki adaptasi fisiologis yang membantu mereka menyelam dengan lebih baik. Penyelam di Bajau memiliki mutasi DNA yang menyebabkan pembesaran limpa.
Limpa orang-orang Bajau ditemukan hingga 50 persen lebih besar dibandingkan dengan kelompok orang yang tinggal di daratan utama. Seperti yang diketahui, limpa menyimpan dan menyaring darah, membuang sel darah merah yang rusak. Artinya, semakin besar limpa, semakin banyak cadangan sel darah merah beroksigen yang akan tersedia.






























































