Pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 130 juta orang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2026.
Pada tahun ini, Kemenkes juga memfokuskan tindak lanjut program CKG pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), yaitu tekanan darah tinggi (hipertensi), gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Namun, CKG tidak berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan dilanjutkan dengan edukasi, pengobatan, pemantauan, hingga rujukan.
Upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan juga mendapat perhatian berbagai pihak. Berbagai terobosan di bidang kesehatan pun terus dikembangkan, termasuk oleh para inovator di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak selalu mendapat sorotan, kontribusi para inovator kesehatan di daerah membawa dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Melihat potensi tersebut, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memberikan apresiasi melalui DPD RI Awards 2026.
Melalui kategori Teknologi Kesehatan, DPR RI ingin memberikan apresiasi kepada inovator daerah yang berkontribusi dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis teknologi.
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan Indonesia memiliki potensi besar yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia, keunikan budaya, hingga berbagai inovasi yang lahir di daerah.
"Potensi dari Aceh sampai ke Papua ribuan potensi. Potensi semua sisi, sumber daya alam, sumber daya manusianya, kemudian keunikan budayanya, kemudian diversity-nya, semua itu unik dan potensi," kata Sultan dalam program detikPagi, beberapa waktu lalu.
Menurut Sultan, DPD RI Awards menjadi salah satu upaya untuk mengenali potensi, persoalan, aspirasi, serta inovasi yang muncul di daerah. Berbagai temuan tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan di tingkat nasional.
"Saya pimpinan dan semua anggota beserta semua struktur kita, cara kita untuk mencoba mencari potensi-potensi daerah, utamanya local hero atau local champion yang ternyata mereka punya karya, punya inovasi dan itu luar biasa," ungkapnya.
Hadirkan 4 Kategori Penghargaan & Libatkan Sejumlah Pakar
DPD RI Awards 2026 menghadirkan empat kategori penghargaan, yakni Teknologi Kesehatan, Pendidikan Non-Formal, Desa Mandiri Pangan, dan Pelestarian Budaya Daerah.
Keempat kategori ini dipilih untuk mengapresiasi berbagai inisiatif yang memberikan dampak bagi masyarakat. Mulai dari inovasi layanan kesehatan dan pemerataan pendidikan, hingga penguatan ketahanan pangan serta pelestarian budaya lokal.
Dalam proses kurasi, DPD RI Awards 2026 juga melibatkan sejumlah tokoh dan pakar dari berbagai bidang. Dewan pakar tersebut terdiri dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, Anggota DPD RI Agustin Teras Narang, serta Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia Agustino Zulys.
Keterlibatan para pakar diharapkan dapat memastikan proses penilaian mempertimbangkan kontribusi dan dampak dari berbagai inisiatif yang berkembang di daerah.
Melalui DPD RI Awards 2026, berbagai inovasi dan kontribusi masyarakat dari daerah diharapkan semakin dikenal luas. Termasuk terobosan di bidang teknologi kesehatan yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penasaran siapa saja inovator daerah yang mendapat apresiasi atas kontribusinya di bidang teknologi kesehatan? Saksikan malam puncak DPD RI Awards 2026 yang akan digelar pada Senin, 9 November 2026, pukul 19.30 WIB. Acara ini juga dapat disaksikan secara live streaming di detikcom!
(akd/akd)
























































