Dunia sepak bola berduka setelah striker CD Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia pada usia 30 tahun. Ia mengalami benturan keras dengan kiper FC Andorra, Jesus Owono, dalam pertandingan divisi kedua Liga Spanyol.
Dalam laporan media-media Spanyol, dikabarkan bahwa de Miguel sempat mengalami serangan jantung di ambulans ketika dibawa tim medis menuju rumah sakit.
Tapi, mengapa bisa benturan keras menyebabkan serangan jantung?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya mengenai hal ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Berlian Idris, SpJP mengatakan bahwa benturan keras memang dapat berdampak pada serangan jantung, dan berakhir menjadi henti jantung.
"Benturan keras pada dada dapat menyebabkan arteri koroner (pembuluh yang mensuplai darah ke otot jantung) dapat mengalami cedera, yang memberikan dampak serupa dengan serangan jantung," kata dr Berlian saat dihubungi detikcom, Rabu (4/11/2026).
Secara medis, dr Berlian yang juga staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI - RS UI ini mengatakan, serangan jantung adalah terminologi spesifik untuk kondisi di mana arteri koroner mengalami penyumbatan, sehingga otot jantung tidak dapat suplai darah, yang bisa menyebabkan henti jantung.
"Selain itu, benturan keras juga dapat memicu ganggguan irama jantung yang menyebabkan jantung berhenti mendadak," tutupnya.

























































