Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara berencana menggelar akad massal rumah subsidi sebanyak 71.000 unit di Jawa Timur pada 17 Desember 2026. Agenda tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mempercepat penyaluran rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rencana akad massal itu disampaikan Ara saat menghadiri acara akad massal 62.000 rumah subsidi pada Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk kembali menghadiri agenda penyaluran rumah subsidi pada akhir tahun.
"Kami juga mohon mengundang Bapak (Prabowo) tanggal 17 Desember tahun 2026 untuk (akad massal) 71.000 rumah yang disiapkan oleh Tapera dengan pengembang dan perbankan di Jawa Timur," ujar Ara di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 350.000 unit pada 2026. Hingga saat ini, capaian penyaluran FLPP tercatat baru 177.161 unit atau sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Ara mengusulkan agar akad massal rumah subsidi kembali digelar pada akhir Desember 2026. Dengan demikian, pemerintah berpeluang mengadakan akad massal sebanyak dua kali dalam bulan yang sama.
Pada 17 Desember 2026, sebanyak 71.000 unit rumah subsidi, termasuk rumah susun subsidi, direncanakan mengikuti akad massal di Malang, Jawa Timur. Sementara itu, akad massal kedua diusulkan berlangsung pada 30 Desember 2026.
"Kalau perlu bikin lagi di tanggal 30 Desember. Ya. Harus begitu, karena situasi yang luar biasa harus dikelola dengan tanggung jawab, pantang menyerah, dengan luar biasa. Kalau perlu bikin lagi yang 30 Desember," ujar Ara saat rapat koordinasi evaluasi penyaluran KPR FLPP di Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya, rangkaian akad massal rumah subsidi telah dilaksanakan di Kabupaten Bogor dan Kota Serang. Acara tersebut juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Akad massal rumah subsidi merupakan program penyaluran hunian yang melibatkan BP Tapera bersama Kementerian PKP, pengembang, dan perbankan. BP Tapera merupakan lembaga pemerintah yang membantu masyarakat memiliki hunian layak, salah satunya melalui skema FLPP.
Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Rencana akad massal di Jawa Timur pada 17 Desember 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mempercepat penyaluran rumah subsidi sekaligus mengejar target FLPP tahun ini.
Artikel ini telah tayang di detikproperti. Selengkapnya cek di sini.























































