Stevia kerap digunakan sebagai alternatif pengganti gula karena memiliki kalori sangat rendah, bahkan bisa mencapai nol kalori. Meski begitu, penggunaannya tetap perlu dibatasi dan tidak boleh berlebihan.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan stevia dalam bentuk tetes memiliki takaran konsumsi yang perlu diperhatikan. Ia menyebut jumlahnya bisa mencapai 20 tetes per hari, meski dalam penggunaan sehari-hari tiga tetes dinilainya sudah cukup.
"Sekali minum cuma satu tetes itu sebenarnya udah oke. Jadi enggak boleh berlebihan juga," ujar dr Yaze dalam tayangan detikSore, Jumat (30/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, konsumsi stevia secara berlebihan berpotensi menimbulkan keluhan pada pencernaan, seperti perut mulas dan kembung. Karena itu, meski stevia dapat menjadi alternatif pemanis, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan takaran dan kebutuhan.
Di sisi lain, dr Yaze mengatakan Stevia berbeda dengan gula biasa. Stevia mengandung glikosida steviol yang memiliki rasa manis tapi tidak dicerna oleh enzim pencernaan. Selain karena hanya perlu dipakai dalam jumlah sangat sedikit, kalorinya tidak mudah terserap tubuh sehingga sering disebut nol kalori.
Stevia juga dapat menjadi pilihan pemanis bagi pengidap diabetes maupun orang yang sedang menjalani program pengelolaan berat badan (weight management). Namun, manfaat tersebut bergantung pada komposisi produk yang dikonsumsi.
"Sebenarnya kalau kayak punya penyakit diabetes atau memang dia pengen weight management ya, itu sebenarnya bagus. Karena memang kan tadi 0 kalori, kalau memang bener-bener stevia isinya. Bener-bener 0 kalori, glukosa juga tidak langsung spike," kata dr Yaze.

























































