Penyakit ginjal kronis sering diidentikkan sebagai masalah kesehatan yang menyerang kelompok lanjut usia (lansia). Tetapi, temuan di lapangan justru menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan.
Usia muda tak lagi menjadi jaminan seseorang bebas dari risiko kerusakan ginjal hingga berujung pada tindakan cuci darah (dialisis). Kondisi ini menjadi sorotan serius di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Lewat program pemeriksaan kesehatan massal yang menjangkau lebih dari 6 juta warga, terungkap gambaran mengejutkan. Berdasarkan analisis usia, perkiraan fungsi saringan ginjal atau estimated glomerular filtration rate (eGFR), dan kadar protein dalam urine (proteinuria), sebanyak 6,20 persen peserta diduga mengidap penyakit ginjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara 12,39 persen lainnya belum terdiagnosis tetapi sudah memiliki faktor risiko tinggi. Bahaya ini nyata dilaporkan para praktisi medis.
Kepala Departemen Nefrologi dan Dialisis Rumah Sakit Umum An Sinh, Dr Tran Dinh Nghia, menceritakan pengalamannya saat menangani pasien yang usianya masih sangat muda.
"Penyakit ginjal kronis mempengaruhi sekitar 10 persen populasi global. Yang perlu dicermati, penyakit ini tidak hanya menyerang lansia. Faktanya, selama berpraktik, saya pernah menangani pasien berusia 17 tahun yang sudah membutuhkan cuci darah," ungkap Dr Nghia, dikutip dari laman Vietnam Vn.
Pada kasus remaja 17 tahun tersebut, kerusakan ginjal sudah tergolong parah akibat komplikasi tekanan darah tinggi dan diabetes.
Biang Kerok Kerusakan Ginjal Usia Muda
Secara medis, ginjal berperan vital membuang sisa metabolisme, mengeluarkan urine, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat fungsinya merosot hingga stadium akhir (stadium 5), pasien tidak lagi memiliki pilihan selain menjalani terapi pengganti ginjal atau cuci darah.
Kepala Departemen Ginjal Buatan Rumah Sakit Thong Nhat, Prof Madya Nguyen Bach, menyebut sebagian besar pasien yang baru pertama kali terdiagnosis gagal ginjal justru datang ke rumah sakit dalam kondisi darurat. Tak sedikit dari mereka baru berusia 16-17 tahun.
Menurut Prof Bach, banyak anak muda cenderung mengabaikan kesehatan ginjal karena merasa fisik mereka masih kuat. Pola makan buruk, tingginya asupan garam, hingga gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu awal timbulnya hipertensi dan diabetes.
Namun, faktor penyebabnya tak berhenti di situ. Kebiasaan mengobati diri sendiri (self-medication) menjadi salah satu pemicu terbesar kerusakan ginjal akut maupun kronis.
"Banyak orang mengalami gagal ginjal akibat mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter, obat pereda nyeri jangka panjang yang mengandung NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid), hingga minum obat tradisional atau ramuan herbal yang tidak jelas asal-usulnya," tegas Prof Bach.
Dr Nghia turut mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah tergiur klaim teh herbal atau ekstrak akar tanaman, yang diiklankan bisa 'menyejukkan' atau 'mendetoksifikasi' tubuh tanpa bukti ilmiah yang jelas.
"Kandungan dan risiko produk tersebut belum teruji. Mengonsumsinya sembarangan, apalagi menggabungkannya dengan obat rutin dari dokter, justru bisa memperparah kerusakan organ," jelas Dr Nghia.
Pengaturan Nutrisi Pasien Ginjal
Bagi pasien yang sudah terdiagnosis penyakit ginjal kronis, Dr Nghia menekankan pentingnya penyesuaian nutrisi yang tepat dan individual. Pasien yang belum cuci darah memang perlu membatasi asupan protein, tetapi bukan berarti memantang total jenis makanan tertentu.
Sebaliknya, pasien yang sudah rutin cuci darah justru berisiko mengalami malnutrisi jika terlalu ketat membatasi makan. Pasien dialisis tetap membutuhkan asupan energi dan protein yang cukup, sembari mengontrol ketat asupan air, garam, dan mineral sesuai panduan dokter.
"Pengaturan nutrisi tidak bisa disamaratakan dengan satu rumus untuk semua orang. Pasien cuci darah bertahun-tahun juga rentan mengalami komplikasi gangguan tulang dan anemia karena penurunan hormon eritropoietin," kata Dr Nghia.
"Penggunaan obat penambah darah maupun suplemen kalsium wajib berdasarkan resep dokter," tambahnya.

























































