Kampung Somang di Lebak, Banten muncul lagi setelah lama tenggelam untuk proyek Bendungan Karian. Di sana, sebuah masjid tampak berdiri utuh di tengah hamparan bangunan rumah yang sudah rusak tanpa atap.
Terlihat dengan jelas Masjid Al Mujahidin dan menara itu masih berdiri kokoh. Konon, masjid berkubah biru itu sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
"Yang mendirikan Abuya, katanya dibangun sejak zaman Belanda. Tapi baru direnovasi sekitar 15 tahun lalu," kata warga yang dulu tinggal di samping Masjid Al Mujahidin, Maman, Rabu (29/7/2026), dikutip dari detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maman menyebut cucu atau keturunan Abuya berpesan agar masjid itu tidak dibongkar apa pun yang terjadi. "Dibuatkan masjid baru, jadi yang dipindah itu cuma lima tiang utama di bagian dalam," ujar Maman.
Masjid yang masih utuh di Kampung Somang, Lebak, Banten. Foto diambil pada 23 Oktober 2026 REUTERS/Willy Kurniawan Foto: REUTERS/Willy Kurniawan |
Sebagaimana diketahui, kampung di Bendungan Karian kini kembali muncul ke permukaan seiring menyusutnya air waduk karena kemarau. Meski sudah tidak beratap, tembok-tembok rumah di kampung tersebut terlihat jelas.
Sebagai informasi, Bendungan Karian diresmikan oleh Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2024. Proyek ini dulunya termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan biaya pembangunan Rp 2,2 triliun.
Dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Bendungan Karian mulai dibangun pada tahun 2015 dan selesai pada awal tahun 2024. Bendungan ini punya daya tampung 315 juta m³ dan luas genangan 1.773 hektare sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat di Banten, DKI Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat.
Dalam pembangunannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (sekarang Kementerian Pekerjaan Umum) menjalankan pembebasan lahan seluas 2.266,44 hektare. Sampai 2023, telah melakukan relokasi 37 bangunan fasilitas umum dengan rincian 6 sekolah, 11 masjid, 5 madrasah, 9 majelis, 6 musala, 4 kantor desa, 1 polindes, dan 3 posyandu.
Selain itu, ada juga relokasi 54 lokasi tempat pemakaman umum dan makam keramat dengan total 13.017 makam. Lalu, ada juga relokasi 29 tapak tower PLN dan tanah pemerintah/BUMN.
(abr/das)





























































