Ikan kaleng bisa menjadi pilihan lauk praktis karena mudah disimpan dan tidak membutuhkan proses memasak yang panjang. Namun, sebelum membelinya, konsumen tetap perlu memastikan kondisi kemasan dan memeriksa informasi produk agar ikan kaleng yang dipilih aman dikonsumsi.
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan, dra Elin Herlina, Apt, M.P., mengingatkan pentingnya ketelitian saat memilih pangan olahan, termasuk ikan kaleng.
Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum produk dibeli dan dikonsumsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Periksa Kondisi Kemasan
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi kemasan. Hindari produk dengan kemasan penyok, bocor, atau menggembung karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa produk tidak layak dikonsumsi.
Soal tanda-tanda produk layak dikonsumsi, Elin mengingatkan untuk tidak mengabaikan kerusakan pada kemasan pangan olahan.
"Jangan sampai ada kemasan penyok, kemasan bocor, kemasan kembung. Itu adalah sudah menunjukkan bahwa produk tersebut tidak boleh dikonsumsi," ujarnya di Kantor BPOM, Selasa (27/10/2026).
Karena itu, jangan hanya terpikat harga murah atau tampilan produk. Pastikan kemasan masih dalam kondisi baik sebelum memasukkannya ke keranjang belanja.
2. Baca Label dan Komposisi
Label pada kemasan bukan sekadar pelengkap. Informasi tersebut membantu konsumen mengetahui bahan yang digunakan dalam produk.
Elin juga mengingatkan untuk memeriksa bagian komposisi untuk mengetahui kandungan bahan dalam ikan kaleng. Informasi nilai gizi juga dapat digunakan untuk membandingkan kandungan nutrisi antar produk.
Bagi konsumen yang ingin memenuhi kebutuhan protein, misalnya, informasi nilai gizi bisa menjadi salah satu pertimbangan saat memilih produk.
Selain itu, konsumen yang memiliki alergi terhadap bahan tertentu perlu mencermati keterangan alergen pada label sebelum mengonsumsi produk.
3. Pastikan Ada Izin Edar
Sebelum membeli ikan kaleng, periksa apakah produk memiliki izin edar yang sesuai. Informasi ini merupakan salah satu hal penting untuk membantu konsumen memastikan produk telah melalui proses pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Jangan hanya mengandalkan popularitas merek atau rekomendasi orang lain. Informasi pada kemasan tetap perlu diperiksa agar konsumen dapat mengambil keputusan dengan lebih cermat.
4. Cek Tanggal Kedaluwarsa
Tanggal kedaluwarsa juga tidak boleh terlewat. Pastikan produk belum melewati batas waktu yang tercantum pada kemasan.
Konsumen sebaiknya tidak membeli produk yang sudah kedaluwarsa hanya karena harganya lebih murah. Setelah membeli, perhatikan pula tanggal tersebut saat menyimpan stok makanan di rumah agar produk tidak terlupakan hingga melewati batas waktu konsumsinya.
Baca juga: Ikiss Deals About You Can Claim Smooth |
Jangan Hanya Cari Praktis
Ikan kaleng dapat membantu menyediakan pilihan lauk yang praktis, tetapi kemudahan penyajian tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan memilih produk secara cermat.
Melalui pemeriksaan kemasan, pembacaan label, pengecekan izin edar, dan tanggal kedaluwarsa, konsumen dapat lebih berhati-hati sebelum membeli pangan olahan.
Kebiasaan sederhana ini penting agar kepraktisan makanan tetap berjalan beriringan dengan keamanan konsumsi.
Simak Video "Health Corner: Indonesia Sehat, Pantang Ribet saat Berobat"
Winlaju88 Slot Malaysia Ganjaran Westlaw We Would Get Professionals(amf/up)


























































