Thailand menyiapkan sebuah kebijakan baru untuk melindungi turis. Kalau pesanan kamar tak sesuai iklan, kamu boleh minta refund!
Melalui rancangan undang-undang (RUU) baru, harga kamar, fasilitas, ketentuan pemesanan, hingga janji dalam iklan akan menjadi bagian dari kontrak yang mengikat antara pengelola penginapan dan tamu, seperti dilaporkan oleh VN Express pada Selasa (3/11/2026).
Jika layanan yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan, tamu dapat membatalkan pemesanan atau mengakhiri masa menginap dan meminta pengembalian uang sesuai ketentuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rancangan yang terdiri dari 98 pasal tersebut telah disetujui secara prinsip oleh kabinet Thailand pada September 2026. Kebijakan tersebut masih menjalani pemeriksaan hukum oleh Dewan Negara.
Nantinya, aturan ini juga melarang pengelola penginapan membuat ketentuan sepihak, seperti membatalkan pemesanan sesuka hati atau menghindari tanggung jawab ketika melanggar kesepakatan dengan tamu. Dengan demikian, wisatawan diharapkan memiliki perlindungan lebih kuat ketika menghadapi masalah dengan penyedia akomodasi.
Menariknya, aturan ini tidak hanya berlaku untuk hotel besar, tetapi juga mencakup homestay, hostel, tenda, rumah pohon, hingga penginapan yang disewakan melalui platform daring. Pemerintah akan membagi usaha akomodasi ke dalam tiga kategori berdasarkan skala dan risikonya, dengan persyaratan pemberitahuan, pendaftaran, atau izin operasional yang berbeda.
Thailand juga berencana memperkenalkan sistem Super License untuk menyederhanakan perizinan sejumlah layanan tambahan, seperti restoran, spa, dan kolam renang.
Meski demikian, aturan tersebut belum resmi berlaku karena masih membutuhkan pembahasan dan penyelesaian proses legislasi. Jika disahkan, kebijakan ini diharapkan membuat industri penginapan Thailand lebih transparan sekaligus memberikan kepastian bagi wisatawan.
Artinya, foto kamar, fasilitas, dan janji dalam iklan tidak lagi sekadar menjadi materi promosi, tetapi harus benar-benar sesuai dengan layanan yang diterima tamu.


























































