Sumut mengalami lonjakan impor pupuk per September 2026. Bahkan kenaikan impor melonjak hingga 300%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, impor pupuk ke Sumut mencapai US$31,9 juta atau senilai Rp 579,2 miliar per September 2026. Angka ini naik 328 persen dibanding Agustus 2026 yang sebelumnya hanya US$ 7,4 juta atau senilai Rp 134,2 miliar.
Sementara itu, impor pupuk secara tahunan juga mengalami kenaikan dibanding September 2025 yang tercatat sebesar US$26,8 juta atau senilai Rp 486,1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara akumulatif, periode Januari-September 2026 US$ 256,8 juta atau senilai Rp 4,6 triliun, naik dibanding Januari-September 2025 sebesar US$ 216 juta atau senilai Rp 3,91 triliun.
Kenaikan impor juga terjadi pada plastik dan barang dari plastik per September 2026 menjadi US$ 29,2 juta atau senilai Rp 530 miliar dari sebelumnya US$ 22,5 juta atau senilai Rp 408,4 miliar.
Namun begitu, beberapa komoditi impor mengalami penurunan ke Sumut. Contohnya ada Bahan Bakar Mineral yang turun menjadi US$109,6 juta atau senilai Rp 1,99 triliun dari sebelumnya US$ 114 juta atau senilai Rp 2 triliun.
Secara keseluruhan, total impor di Sumut per September 2026 tercatat sebesar US$ 514 juta atau senilai Rp 9,3 triliun, naik dibanding US$ 504 juta atau senilai Rp 9,15 triliun.
(ksr/nkm)



























































