Susu kental manis (SKM) kerap digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan, mulai dari es buah, jasuke atau jagung susu keju, roti, hingga martabak. Teksturnya yang kental dan creamy membuat SKM dapat menambah cita rasa makanan.
Penggunaan SKM sebagai topping juga dapat menjadi pilihan untuk melengkapi makanan. Produk ini mengandung sejumlah zat gizi, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dapat berkontribusi terhadap asupan harian.
Mengenal Kandungan Gizi SKM
Kandungan gizi SKM dapat diketahui melalui informasi nilai gizi pada kemasan. Sebagai contoh, salah satu produk SKM dengan takaran saji 30 gram mengandung energi 100 kkal, protein 2 gram, lemak 2,5 gram, dan karbohidrat 18 gram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SKM juga dapat mengandung berbagai mikronutrien, seperti vitamin A, D, E, vitamin B kompleks, vitamin C, serta mineral seperti kalsium, fosfor, selenium, dan iodium. Jumlahnya bergantung pada komposisi dan fortifikasi masing-masing produk.
Mikronutrien tersebut memiliki fungsi penting bagi tubuh. Vitamin A membantu menjaga fungsi penglihatan, sedangkan vitamin D dan kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang. Vitamin B kompleks membantu proses metabolisme energi, sementara iodium diperlukan untuk pembentukan hormon tiroid.
Meski demikian, SKM tetap berperan sebagai pelengkap makanan dan bukan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan makronutrien harian. Terutama kebutuhan protein tetap perlu dipenuhi melalui makanan yang beragam.
Baca juga: Bolehkah Konsumsi SKM Tiap Hari? |
SKM Sebagai Topping Makanan
Menambahkan SKM pada makanan dapat menjadi salah satu cara menikmati rasa manis sekaligus memperoleh tambahan zat gizi dari produk tersebut. Contohnya, es buah yang berisi beragam buah tetap menyumbang vitamin, mineral, dan serat dari buah-buahan. Tambahan SKM memberikan cita rasa manis serta sejumlah protein, lemak, dan mikronutrien.
Begitu pula dengan jasuke. Jagung menjadi sumber karbohidrat dan serat, sedangkan susu kental manis dan keju menambah cita rasa serta zat gizi seperti vitamin dan mineral sesuai komposisi masing-masing bahan.
Penggunaan SKM sebagai topping juga memberikan pilihan berbeda dibandingkan menambahkan gula pasir saja. Gula pasir terutama menyumbang karbohidrat dalam bentuk gula, sedangkan SKM berkontribusi terhadap sejumlah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kontribusi zat gizi tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan jumlah yang digunakan dan informasi pada label produk.
SKM juga dapat digunakan sebagai pelengkap atau campuran minuman, seperti kopi dan teh. Namun, produk ini tidak dianjurkan untuk disajikan sebagai minuman susu tunggal dengan cara diseduh langsung menggunakan air.
Perhatikan Takaran Saji SKM
Dalam satu takaran saji 30 gram pada produk SKM, kandungan gulanya mencapai 17 gram. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan pembatasan konsumsi gula maksimal 50 gram per hari dari seluruh makanan dan minuman.
Artinya, SKM tetap dapat dinikmati sebagai pelengkap makanan dengan memperhatikan takaran saji dan asupan gula dari sumber makanan lainnya. Menggunakan sendok untuk mengukur jumlah SKM yang ditambahkan dapat membantu mengendalikan porsinya.
Dengan memahami kandungan gizi dan takaran saji, SKM dapat digunakan sesuai peruntukannya untuk melengkapi makanan sehari-hari. Pilih sajian yang beragam dan bergizi seimbang agar kebutuhan zat gizi tubuh tetap terpenuhi.

























































