Baru-baru ini viral sebuah video di media sosial yang memperlihatkan produk Teh Botol Sosro kemasan kotak mengeluarkan buah dan disebut berbau sabun. Produk tersebut disebut ditemukan di tengah kerumunan massa saat aksi unjuk rasa di kawasan Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026).
Dalam video yang beredar, seseorang memperlihatkan buih atau busa yang muncul dari satu titik ketika kemasan ditekan. Ia juga menyebut aroma minuman tersebut menyerupai sabun. Sejumlah peserta aksi dikabarkan mendapati rasa yang tidak biasa saat mencicipinya.
Menyoroti hal tersebut Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) buka suara. Melalui Instagram resmi, BPOM mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait video minuman teh kemasan karton berbusa yang beredar di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPOM kini tengah melakukan penelusuran, termasuk pengambilan dan pengujian sampel.
"Apabila ditemukan pelanggaran, BPOM akan mengambil langkah pengawasan dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku," demikian keterangan BPOM, dikutip Sabtu (31/10/2026).
BPOM juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa) sebelum mengonsumsi pangan olahan.
"Hindari mengonsumsi produk dengan kemasaran rusak atau kondisi tidak wajar, serta menyampaikan pengaduan melalui 1500533 HALO BPOM," ucap BPOM.
Sementara itu, PT Sinar Sosro selaku produsen Teh Botol Sosro menyatakan sudah mengetahui video yang beredar dan menegaskan menanggapi isu ini secara serius.
Saat ini, pihak manajemen tengah melakukan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan fakta di lapangan.
"Saat ini, kami sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami situasi dan memastikan fakta-fakta yang relevan," tulis pihak perusahaan melalui akun Instagram resminya, @tehbotolsosroid, dikutip Kamis (29/10/2026).
"Kami berkomitmen untuk meninjau setiap informasi secara cermat dan objektif guna memastikan langkah tindak lanjut yang tepat," sambungnya.
Lebih lanjut, pihak PT Sinar Sosro juga telah membuka komunikasi dengan pemilik video viral tersebut. Informasi yang dibagikan dinilai sangat membantu perusahaan dalam menelusuri produk terkait agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

























































