Dalam menjalankan aksinya, para perekrut diduga menggunakan modus penawaran pekerjaan di bidang logistik sebagai umpan awal. Mereka tidak secara langsung menawarkan posisi sebagai tentara bayaran kepada calon korban.
Saat ini, Bareskrim Polri masih mendalami kasus tersebut dengan berkoordinasi bersama Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat (Jabar). Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh jaringan perekrutan yang diduga terlibat dalam praktik TPPO tersebut. (afb/afb)


























































