Pemerintah Provinsi Jambi memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.
"Cara intervensi harga melalui pangan murah menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Terlebih, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi di Provinsi Jambi ini," kata Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, Selasa (27/10/2026).
Sudirman mengatakan, gerakan pangan murah ini merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, inflasi bulanan pada September 2026 tercatat sebesar 0,19 persen. Angka itu turun dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 0,38 persen.
Sementara itu, inflasi tahunan disebut berada di angka 2,97 persen. Tekanan harga masih dipengaruhi sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah, beras premium, dan daging ayam.
Kenaikan harga cabai dipicu tingginya permintaan yang tidak diimbangi ketersediaan pasokan. Kondisi cuaca ekstrem dan kemarau panjang juga berdampak terhadap hasil panen. Adapun harga beras premium dipengaruhi peralihan musim panen ke musim tanam, biaya angkut, serta biaya kemasan.
Di sisi lain, permintaan daging ayam turut meningkat, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sudirman, kondisi tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar pasokan pangan tetap terjaga dan gejolak harga tidak semakin membebani masyarakat.
"Harapan kita, program ini memberikan dampak nyata dalam menjaga keterjangkauan harga, mengamankan pasokan bahan pokok, dan menekan inflasi daerah," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak dengan mengutamakan kebutuhan rumah tangga. Pembelian berlebihan, menurutnya, perlu dihindari agar distribusi bahan pokok tetap merata dan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama.
"Saya berpesan agar masyarakat membeli sesuai kebutuhan, bukan untuk menimbun persediaan. Mari bersama-sama menjaga agar pangan murah dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.
(dai/dai)



























































