Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI berencana memanggil influencer Dokter Detektif (Doktif) terkait hasil uji laboratorium produk pemanis Stevia Beeru yang sebelumnya diungkap ke publik. BPOM ingin mengklarifikasi asal sampel hingga laboratorium yang digunakan untuk menguji produk tersebut.
BPOM menyebut hasil uji laboratorium yang disampaikan Doktif melalui media sosial belum diklarifikasi. Karena itu, pihaknya akan meminta Doktif menunjukkan data pengujian yang menjadi dasar tudingannya.
"Memang ada masyarakat yang melapor lewat media sosial, yang mengumumkan hasil lab-nya. Sampai sekarang hasil lab yang bersangkutan juga belum kami klarifikasi dari mana asalnya," ujar Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Selasa (3/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taruna berencana mengundang Doktif untuk memperlihatkan dokumen hasil pengujian, termasuk informasi laboratorium dan sampel produk yang diperiksa.
"Makanya kami juga akan mengundang Dokter Detektif untuk datang dan memperlihatkan datanya. Data ini dari mana, lab mana kamu melakukan pengujian dan sampel apa," jelas dia.
Menurut Taruna, pengujian untuk memastikan kandungan suatu produk tidak bisa hanya mengandalkan sampel dari satu tempat atau hasil pemeriksaan satu laboratorium. Proses pengambilan sampel dan pengujian harus dilakukan dengan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Untuk menentukan sampling suatu produk itu tidak bisa dilakukan hanya dari satu tempat dan juga tidak melakukan dari satu lab. Kita harus ada lab yang terverifikasi," sambungnya.
Taruna mengatakan proses klarifikasi tersebut masih berlangsung. Pihaknya akan menindaklanjuti temuan apabila nantinya terbukti terdapat pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
"Yang jelas kalau terbukti, BPOM akan bertindak tegas sesuai dengan aturan yang ada," tegasnya.


























































