Asa Barista Disabilitas Bandung: Mandiri Lewat Racikan Kopi
MENU

Mega888 Simulasi Kredit Slot Eksklusif Sang Ojek Subscribe From Accounts

Malaysia s best free credit no deposit 2026 bonuses claim rm5 rm10 free credit Judi Online 303 Profile Akibatnya Mega888 1 Apk Wagering Without access verified free credit links and enjoy new member bonus today, mega888 malaysia 2026 free credit bonus panduan.

Mega888 1 0 apk download for android mega888 is a casino app that delivers slots and live dealer games on mobile, mrlucky88 is a trusted online casino platform in malaysia where players can claim free credit rm10 free kredit Mantra88 Gerbang Slot Link Mega888 Free4credit Free Credit Love Diberi and selected mega888 free credit offers designed for malaysian players mrlucky88 makes it easier to access simple casino promotions understand bonus terms and enjoy a smoother online gaming experience.

Free Credit Terbaru Changing Free Join Mbi8 The Provides Number Sense

Compare the latest link free kredit terbaru rm100 joylinking reviews online casinos verified free credit promotions and welcome Mega888 Malaysia Rare And Free Kredit Atau Rm88 bonuses, how to win at slots 101 slots casino mikkimase, mbi8 trusted online casino malaysia with slots 2026.

Claim free credit mega888 terkini, mega888 free credit no deposit is genuinely free in the most meaningful sense Mudah365 Claim Free Won 365 Mega888 Simulasi Kredit Pelbagai Sebelum Winning it costs you nothing to claim and nothing to play the conditions attached to it are standard transparent and entirely reasonable when you understand their purpose the truth is that this type of promotion represents one of the fairest deals in online gaming.

Judi Online From User Play At Kkslot Entertainment Lotto

Mega888 free kredit tanpa deposit 2026, winrm mega888 free credit cara claim bonus tanpa deposit, mega888 apk for android download, free credit is the fuel Winrm Mega888 Free Channel Judi Tricks Enjoy The Senarai Perkiraan Own that keeps most malaysian slot players spinning and mega888 accounts opened through megavipbot come with more of it than almost any other channel.

Link free Judi Online Channel The Rm50 Claim Mega888 Free Merujuk Tahun kredit terbaru rm100 malaysia, mantra88 gerbang slot online modern dengan akses vip eksklusif 2026, dapatkan free credit mega888 terkini tanpa deposit panduan lengkap cara claim bonus mega888 syarat sah dan tips menang pemain malaysia.

Mega888 free kredit review 2026, kkslot kkslots777 malaysia top online casino for real money, get notified when this user releases a new fiction follow, enjoy the videos and music you love upload original content and share it all with friends family Mega888 Free Rm100 365freecreditewallet Mega888 Is One Megavipbot Malaysia Which and the world on youtube.

Link Free Kredit Eksklusif Channel Malaysia S Best Pok Merujuk

Login mrluck88 online casino malaysia mrluck88 is a trusted online casino in malaysia that provides adult users with access to a wide range of casino games through a secure and user friendly platform the login feature is the first step to entering a world of entertainment where players can enjoy slots table games and Life Changing Moment Mega888 Bonuses Channel Mega888 Free Credit Sang Pasaran live dealer experiences all optimized for both desktop and mobile.

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 04 Nov 2026 12:26 WIB
Hagya Coffe Bandung.
Fania Sawiasa sibuk menyiapkan pesanan pelanggan. Perempuan berusia 27 tahun itu sudah terbiasa meracik kopi susu gula aren hingga kopi hitam. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Aroma kopi menguar dari balik meja barista Hagya Caffe di Kota Bandung. Fania Sawiasa tampak sibuk menyiapkan pesanan pelanggan. Perempuan berusia 27 tahun itu sudah terbiasa meracik kopi susu gula aren hingga kopi hitam. Setelah minuman selesai dibuat, dia tak segan mengantarkannya langsung kepada pelanggan.

Bagi Fania, pekerjaan sebagai barista bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu. Dari pekerjaan itu, dia bisa memperoleh penghasilan sendiri, menyisihkan uang untuk ditabung, hingga membeli barang yang disukainya.

"Ditabung sama buat jajan," kata Fania saat ditanya mengenai uang yang diperolehnya dari bekerja, Rabu (4/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu barang yang pernah dibelinya menggunakan uang sendiri adalah tumbler. Benda tersebut memang menjadi salah satu barang yang disukainya.

ADVERTISEMENT

Fania mengaku nyaman bekerja di Hagya Caffe. Kemampuan meracik kopi juga bukan sesuatu yang datang begitu saja. Orang tuanya pernah membiayai Fania untuk mengikuti pelatihan membuat kopi.

Kini, dia bisa menyiapkan beberapa jenis minuman secara mandiri. Namun, Fania rupanya memiliki cita-cita yang lebih besar daripada sekadar menjadi barista.

"Pengen punya kedai kopi sendiri," ujarnya.

Keinginan Fania itu menjadi gambaran bahwa kesempatan bekerja dapat membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan sekaligus merancang masa depan.

Mereka bukan hanya membutuhkan tempat untuk beraktivitas, tetapi juga kesempatan memperoleh penghasilan, membangun kepercayaan diri, dan menentukan arah hidupnya sendiri.

Hagya Coffe Bandung.Di Hagya Coffe, juga dipajang berbagai produk buatan penyandang disabilitas. Produk itu dijual sebagai penghasilan tambahan untuk mereka. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

Dari Keterampilan Menjadi Kesempatan Berkarya

Di Hagya Caffe, kesempatan tersebut coba dibuka melalui lingkungan kerja yang inklusif. Para pekerja dengan disabilitas dilibatkan dalam kegiatan operasional kafe, mulai dari menyiapkan minuman hingga melayani pelanggan.

Tak hanya menjadi tempat bekerja, Hagya Caffe juga menyediakan ruang bagi produk-produk hasil karya penyandang disabilitas. Berbagai produk UMKM mereka dipajang dan dipasarkan melalui skema konsinyasi atau titip jual dengan sistem bagi hasil.

Salah satu anak muda yang karyanya mendapat ruang di tempat itu adalah Muhammad Syam. Usianya baru 18 tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah luar biasa (SLB), Syam masih terus mengembangkan keterampilan melalui berbagai kegiatan kreatif.

Ibunya, Widaningsih, bercerita bahwa Syam mengikuti sejumlah aktivitas di yayasan, mulai dari membatik, membuat kue, hingga belajar pemasaran digital. Ketika pembicaraan mengenai kegiatan itu berlangsung, Syam ikut menyahut dengan antusias.

"Pastry! Bikin adonan kue," ucapnya.

Bagi Widaningsih, kegiatan tersebut bukan semata-mata mengajarkan keterampilan. Ada perkembangan lain yang ia lihat pada diri anaknya, terutama dalam hal komunikasi, kemandirian, dan kepercayaan diri.

Sebelumnya, Syam belum banyak berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas. Namun, setelah mengikuti berbagai kegiatan, ia mulai terbiasa bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang. Pengalaman itu membuatnya semakin berani mencoba hal-hal baru.

"Jadi lebih ada kedewasaannya, ada percaya dirinya, terus ada bermotivasi lah biar dia itu 'oh aku ini bisa nih, aku bisa nih'," tutur Widaningsih.

Ia menilai kesempatan untuk berkarya dan bekerja penting bagi anak-anak penyandang disabilitas. Sebab, mereka juga memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan apabila mendapat ruang dan pendampingan yang tepat.

Widaningsih berharap keterampilan yang dipelajari Syam tidak berhenti sebagai kegiatan di lingkungan yayasan. Ia ingin anaknya memiliki kesempatan untuk terus berkembang, mandiri, dan kelak bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri.

Menjawab Persoalan Setelah Lulus Sekolah

Kesempatan itulah yang coba dibangun melalui Hagya Caffe. Pemiliknya, Handy Santika, mengatakan gagasan menghadirkan ruang kerja inklusif berangkat dari persoalan yang kerap dihadapi penyandang disabilitas setelah menyelesaikan pendidikan.

Pengalamannya berinteraksi dengan penyandang disabilitas melalui Yayasan Rumah Kreatif Luar Biasa membuat Handy melihat adanya kesenjangan antara pendidikan dan kesempatan kerja.

"Oh ternyata permasalahan disabilitas itu setelah mereka lulus sekolah, mereka mau ke mana?" kata Handy mengingat persoalan yang mendorongnya membangun ruang pemberdayaan tersebut.

Menurut dia, penyandang disabilitas membutuhkan kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang sudah dipelajari. Sebab, pelatihan saja tidak cukup apabila setelahnya mereka tidak memiliki akses menuju dunia kerja.

Hagya Coffe Bandung.Hagya Coffe, kafe inklusi di Kota Bandung yang memberdayakan penyandang disabilitas. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

Dari pemikiran itu, Hagya Caffe kemudian dikembangkan bukan hanya sebagai tempat usaha kuliner, melainkan juga sebagai wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman bekerja.

Handy mengatakan, sebelum bekerja, para calon pekerja terlebih dahulu mendapatkan pelatihan barista. Mereka kemudian menjalani masa magang selama satu bulan di Hagya Caffe untuk melihat kemampuan dan potensi masing-masing.

Hasilnya dinilai cukup baik. Sejumlah peserta kemudian diberi kesempatan melanjutkan pekerjaan sebagai pekerja paruh waktu dengan kontrak tiga bulan. Dalam perjalanannya, mereka dapat menjalani pekerjaan tersebut hingga hampir satu tahun.

Handy menyebut proses adaptasi pada awalnya memang membutuhkan perhatian khusus. Cara berkomunikasi dan pendekatan kepada setiap pekerja tidak selalu sama. Karena itu, pihaknya sempat mendapat pendampingan dari Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome (POTADS) selama satu pekan.

Setelah melewati proses penyesuaian, aktivitas kerja mulai berjalan lebih lancar. Handy juga menerapkan pendekatan yang menyenangkan dan memberikan apresiasi agar para pekerja tetap termotivasi.

"Setelah itu berjalan seperti biasa, ternyata ada beberapa tipe pendekatan dengan mereka ya, harus fun, harus menghibur dan lain-lain, dan harus diapresiasi memang mereka itu agar tetap semangat," ucapnya.

Selain membuka kesempatan kerja di kafe, Handy berupaya memperluas akses pasar bagi produk-produk yang dibuat penyandang disabilitas. Produk tersebut berasal dari usaha milik individu maupun kelompok yang dibina yayasan.

Sebelum dipasarkan, produk terlebih dahulu melalui proses kurasi. Produk yang sudah memenuhi standar akan ditampilkan dan ditawarkan kepada pengunjung. Sementara produk yang masih perlu diperbaiki akan mendapat pendampingan agar kualitasnya semakin baik.

"Kemudian karya-karya UMKM disabilitas juga kita tampilkan di sini. Tentunya dengan skema konsinyasi tetap ada bagi hasilnya. Tapi memang tidak semuanya bisa masuk, tetap melalui proses kurasi. Kalau memang produknya sudah layak, baru kita display atau kita bantu jual. Kalau memang belum, kita dampingi dulu sampai memang benar-benar layak," jelas Handy.

Dengan begitu, penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh keterampilan produksi, tetapi juga kesempatan mengenalkan hasil karyanya kepada masyarakat.

Hagya Caffe menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kemampuan mereka dengan kebutuhan pasar. Di tempat itu, pengunjung bisa menikmati kopi sekaligus melihat berbagai produk kreatif yang dibuat oleh penyandang disabilitas.

Bukan Belas Kasihan, tetapi Kesetaraan Hak

Upaya membangun ruang inklusif semacam ini juga mendapat perhatian Pemerintah Kota Bandung. Menurut data Dinas Sosial Kota Bandung, terdapat 30.000 penyandang disabilitas dari jumlah penduduk Kota Bandung yang saat ini mencapai 2,6 juta jiwa.

Dari 30.000 penyandang disabilitas itu, 10 persen atau 10.000 diantaranya adalah anak-anak usia 0-18 tahun.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Yorisa Sativa mengatakan penyandang disabilitas harus dipandang sebagai kelompok masyarakat yang memiliki potensi, bukan semata-mata sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan.

"Penyandang disabilitas itu bukan kaum yang lemah, bukan kaum yang harus ditinggalkan, bukan suatu hambatan, tetapi suatu potensi dan kekuatan yang ada," kata Yorisa.

Ia menilai pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan bagian dari pemenuhan hak warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Menurut Yorisa, mereka berhak memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Karena itu, ruang-ruang publik maupun dunia usaha perlu semakin terbuka terhadap keterlibatan penyandang disabilitas.

Ia juga menegaskan bahwa kesempatan yang diberikan bukan bentuk belas kasihan, melainkan bagian dari pemenuhan hak yang sama.

"Jadi teman-teman penyandang disabilitas yang hadir di sini bukan mengharapkan belas kasihan, tapi mereka menuntut hak yang sama agar mereka merasa setara dengan kita," ujarnya.

Hagya Coffe Bandung.PT PLN (Persero) melalui Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan turut mengambil bagian lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk EmPower LUSA Academy 2026. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

PLN Dorong Keterampilan hingga Akses Pemasaran

Di tengah upaya tersebut, PT PLN (Persero) melalui Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusenlis) turut mengambil bagian lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk EmPower LUSA Academy 2026.

Program yang menjadi bagian dari PLN Peduli itu diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama penyandang disabilitas dan pengembangan ekonomi kreatif. Salah satu ekosistem yang mendapat dukungan adalah Hagya Caffe beserta kegiatan pengembangan keterampilan dan produk kreatif.

"Ini sangat sangat prospektif ya di tengah keterbatasan mereka bisa menunjukkan semangat, mereka bisa dipekerjakan di Hagya Coffee ini bersama masyarakat pada umumnya. Itu yang menarik bagi kami untuk akhirnya menyalurkan bantuan ini kepada mereka," ucap Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN Pusenlis, Sumarni.

Sumarni mengatakan program tersebut dirancang agar para penerima manfaat memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi.

Bentuk dukungan yang disiapkan meliputi pelatihan membatik, pembuatan roti dan pastry, pengembangan UMKM, hingga pemasaran digital. PLN juga menyiapkan dukungan peralatan untuk menunjang kegiatan produksi dan pelatihan.

"Bantuannya berupa pelatihan membatik, kemudian juga ada bakery, pastry, bagaimana mengembangkan UMKM, kemudian ada digital marketing itu juga nanti merupakan sasaran pelatihan mereka. Dan juga peralatan pelatihan yang nanti akan mendukung dari pelatihan itu," terangnya.

Menurut Sumarni, pengembangan keterampilan perlu diikuti dengan upaya memperluas akses pemasaran. Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi memiliki peluang untuk dikenal dan dipasarkan kepada masyarakat.

"Goals-nya adalah bahwa mereka ini semangatnya adalah di tengah keterbatasan sebagai individu dan sebagai mereka yang harus bersosial gitu ya, mereka itu mempunyai semangat yang sama dengan kita gitu ya, dapat berkreasi, kemudian dapat memberikan karya-karya terbaik mereka," kata Sumarni.

Program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. PLN menjalankan program TJSL dengan prinsip Creating Shared Value (CSV), yakni mendorong terciptanya manfaat bagi masyarakat sekaligus lingkungan sosial dan ekonomi di sekitarnya.

Melalui program TJSL, PLN berhasil menjangkau dan memberi manfaat untuk 701.938 penerima melalui 1.627 program yang terealisasi sepanjang 2025. Program-program tersebut juga berhasil menyerap 34.408 tenaga kerja dan melibatkan 23.335 UMK di 38 provinsi.

Program TJSL PLN mencakup berbagai inisiatif dengan tiga fokus utama dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMKM.

"Nantinya juga bisa memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat di sekitarnya. Agar lebih berdaya, lebih kreatif, dan mandiri," tutup Sumarni.

Halaman 2 dari 2
(bba/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Jelajahi detikevent
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Jelajahi detikevent
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads