Gejala stroke seperti bicara pelo, penglihatan kabur, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh dapat muncul secara tiba-tiba. Namun, ketika gejala tersebut menghilang dan kondisi tubuh kembali normal dalam hitungan menit, sebagian orang justru menganggap tidak perlu mendapatkan pertolongan medis.
Para ahli saraf mengingatkan bahwa meredanya gejala bukan berarti bahaya telah berlalu. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda transient ischemic attack (TIA), yang dikenal sebagai mini stroke atau stroke ringan.
TIA terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak mengalami gangguan sementara. Meski gejalanya dapat menghilang dalam beberapa menit, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena bisa menjadi peringatan adanya risiko stroke yang lebih serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemulihan total kemampuan berbicara, penglihatan, atau kekuatan bukan berarti bahaya telah berlalu," kata Wakil Direktur Neurologi di FMRI, Gurugram, dr Sahil Kohli dikutip dari laman Times of India. Risiko ini menjadi perhatian serius dalam 48 jam pertama setelah TIA terjadi.
Stroke Ringan Tidak Boleh Diabaikan
Kesalahan terbesar adalah merasa baik-baik saja setelah mengalami stroke ringan. Direktur Neurologi di ISIC Multispeciality Hospital, dr Aparna Gupta, mengingatkan hal tersebut.
"Kekhawatiran paling serius adalah bahwa TIA (Transient Ischemic Attack) mungkin merupakan tanda pertama stroke," katanya.
"Penting untuk segera mendapat pemeriksaan medis, bahkan jika seseorang merasa baik-baik saja setelah beberapa menit," tambahnya.
Jangan menunggu sampai gejala kembali muncul atau menunda pemeriksaan hingga hari berikutnya. Segera hubungi ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis.
CDC juga mengklasifikasikan TIA sebagai keadaan darurat medis. Pemeriksaan dapat membantu dokter mengidentifikasi penyebab dan mengurangi risiko stroke selanjutnya.
Kenali Gejalanya
Gejala stroke bisa muncul tiba-tiba dan memengaruhi berbagai bagian tubuh. Kenali gejala melalui metode BE-FAST:
- B (Balance): Gangguan keseimbangan, pusing mendadak, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan berjalan.
- E (Eyes): Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba atau perubahan pada kemampuan melihat.
- F (Face): Salah satu sisi wajah tampak terkulai.
- A (Arms): Kelemahan atau mati rasa mendadak pada lengan atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
- S (Speech): Bicara pelo, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami perkataan orang lain.
- T (Time): Segera cari pertolongan medis darurat.

























































