Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktivasi 953 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di 34 provinsi. Penambahan dapur tersebut diproyeksikan menyasar hingga 1,5 juta penerima makan bergizi gratis.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan aktivasi ratusan SPPG tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kesiapan masing-masing wilayah.
"Aktivasi tersebut diproyeksikan dapat memperluas jangkauan program MBG hingga sekitar 1,5 juta penerima manfaat," ujar Agustina dalam keterangan pers, Kamis (5/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan BGN mengutamakan aspek kebermanfaatan dan kebutuhan penerima manfaat dalam proses aktivasi dapur baru. Kesiapan operasional juga menjadi pertimbangan utama sebelum SPPG mulai melayani masyarakat.
Kesiapan tersebut meliputi kelengkapan fasilitas pendukung hingga ketersediaan sumber daya manusia. Dapur yang diaktivasi harus mampu memproduksi dan menyalurkan makanan sesuai standar tata kelola keamanan pangan.
Selain itu, setiap SPPG wajib memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Agustina juga mengingatkan proses aktivasi SPPG dilakukan melalui sistem sehingga tidak dipungut biaya. Dia meminta masyarakat melaporkan jika menemukan pihak yang mengatasnamakan BGN dan meminta imbalan untuk mempercepat pembukaan dapur.
"Pembukaan SPPG berjalan lewat sistem. Tidak ada pihak yang berwenang mengatasnamakan BGN untuk meminta imbalan. Jika Bapak dan Ibu menemukannya, simpan buktinya dan laporkan kepada pihak berwajib," tegasnya.
BGN memastikan aktivasi SPPG akan terus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta kesiapan operasional di setiap daerah.

























































