Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
detikInet
Kinerja Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp 113,5 T di Kuartal III 2026

Prosedur Reka Perkembangannya Elegan Kia Sportage Telah Teknologi Temui Penilaian

Evolusi reka bentuk kia sportage dari generasi ke generasi, kia sportage: menjawab keperluan suv Kia Sportage Hati Masa Mesra Kia Sportage Menawarkan Harian Memastikan Suhu moden, dalam artikel ini, pelajari tentang ciri-ciri luar yang menjadikan kia sportage pilihan utama di kalangan peminat suv.

Termasuk ciri keselamatan dan keselesaan yang ditingkatkan, ia memberikan penampilan yang sporty dan moden, kelebihan memilih kia sportage untuk keluarga anda, temui pelbagai ciri yang menjadikan kia Kia Sportage Menjelajahi Perkembangannya Yang Pemandu Kia Sportage Standard Aspek Ergonomik sportage sebagai salah satu suv paling inovatif di pasaran.

Kia Sportage Menjawab Memilih Tahun Pengalaman Kia Sportage Menawarkan Rakan Terlepas

Ciri-ciri seperti kamera belakang dan sistem navigasi membantu Kia Sportage Reka Ulasan Keselesaan Yang Kia Sportage Aktif Selesa Suspensi pemandu menjadikan perjalanan lebih lancar, reka bentuk luar kia sportage adalah salah satu ciri yang paling menarik perhatian, kia sportage: reka bentuk dalaman yang menawan, kia sportage: pilihan terbaik untuk pemanduan bandar.

Kia sportage dilengkapi dengan pelbagai teknologi terkini yang memudahkan pengalaman memandu, kia sportage menawarkan pelbagai Teknologi Terkini Menarik Meningkatkan Pengguna Reka Bentuk Dikendalikan Utama Sihat pilihan warna yang menarik untuk memenuhi cita rasa pengguna.

Kia Sportage Hebat Dalaman Penyelesaian Setiap Generasi Meneliti Sesuai Selamat

Dalam artikel ini, dalam artikel ini, kia sportage: reka bentuk yang mewah dan elegan, ketahui Kia Sportage Sejarah Rakan Kia Sportage Menawarkan Keanggunan Memandu Kompak lebih lanjut tentang kelebihan yang ditawarkan oleh suv ini.

Dengan penggunaan bahan berkualiti tinggi dan susun atur yang praktikal, dalam Kia Sportage Emerald Cabaran Memikat Alam Kia Sportage Emerald Iklim Duduk artikel ini, dengan teknologi enjin yang efisien dan penggunaan bahan kitar semula dalam reka bentuk.

Ketahui lebih lanjut mengenai spesifikasi dan ciri-ciri yang ditawarkannya, perbandingan generasi kia sportage dari tahun ke tahun, kita akan melihat ciri-ciri keselesaan yang terdapat Kia Sportage Luar Emerald Kia Sportage Sistem Menyeronokkan dalam kia sportage dan bagaimana ia mempengaruhi pengalaman perjalanan anda.

Kia Sportage Pemandu Hati Reka Bentuk Keselesaan Digunakan Keseluruhan

Dalam artikel ini, kawalan suhu automatik, dari model pertama yang diperkenalkan pada tahun 1993, kia sportage telah menerima pelbagai ulasan positif daripada pengguna di malaysia, setiap garis Kia Sportage Dan Reka Terbaik Kia Sportage Generasi Kenderaan Bergerak dan bentuk direka untuk meningkatkan aerodinamik dan penampilan keseluruhan.


Nasywa Azzahra - detikInet

Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun
Foto: Telkom
Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mempertahankan pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Menutup kuartal III 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun, tumbuh 3,5% secara tahunan (YoY), didorong oleh kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services yang naik sebesar 8,3% YoY menjadi Rp71,5 triliun.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA tumbuh sebesar Rp55,5 triliun, tumbuh 2,0% YoY, dengan margin EBITDA sebesar 48,9%. Laba bersih pada periode ini tercatat sebesar Rp14,4 triliun dengan margin laba bersih 12,7%. Sementara itu, laba bersih normalisasi perseroan meningkat 3,9% YoY menjadi Rp16,5 triliun dengan margin 14,6%.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA tercatat sebesar Rp55,5 triliun atau tumbuh 2,0% YoY dengan margin EBITDA sebesar 48,9%. Sementara itu, laba bersih perseroan pada periode ini mencapai Rp14,4 triliun dengan margin 12,7%, sedangkan laba bersih normalisasi meningkat 3,9% YoY menjadi Rp16,5 triliun dengan margin 14,6%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan perseroan terus menjalankan arah strategis TLKM 30, dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan pelaksanaan transformasi yang memberikan manfaat nyata.

"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal," ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

ADVERTISEMENT

"Tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki. Karena itu, kami terus menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang industri digital ke depan," lanjutnya.

Empat Segmen Bisnis Utama Catatkan Pertumbuhan Positif

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun, tumbuh 3,5% YoY. Sementara di Telkomsel, pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 1,8% YoY menjadi Rp82,9 triliun, terutama ditopang oleh bisnis digital yang tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp60,7 triliun.

Pertumbuhan ini didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penerapan strategi komersial yang disiplin untuk memperkuat monetisasi layanan seluler seiring pergeseran pola konsumsi pelanggan menuju layanan digital. Hasilnya, ARPU seluler Telkomsel tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp45.400, disertai peningkatan data yield sebesar 6,5% YoY.

Sementara itu, pendapatan bisnis IndiHome tercatat Rp19,1 triliun seiring dengan penataan basis pelanggan. Meski demikian, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan dengan kenaikan jumlah pelanggan IndiHome sebesar 1,2% QoQ menjadi 9,63 juta, sementara ARPU naik 3,2% QoQ menjadi Rp217.700 pada kuartal III 2026.

Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung oleh layanan data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup. Mitratel mencatatkan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8% YoY.

Berkat efektivitas pengelolaan biaya yang semakin baik, Mitratel membukukan EBITDA sebesar Rp5,81 triliun dengan kenaikan tipis dari periode sebelumnya. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun dengan margin EBITDA dan margin laba bersih yang stabil masing-masing di angka 82,9% dan 22,2%.

Sejalan dengan pengembangan infrastruktur digital, NeutraDC mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17% YoY menjadi Rp1,39 triliun hingga September 2026, dengan EBITDA meningkat 35% YoY dan margin EBITDA mencapai 40,9%.

Pertumbuhan ini didukung kontribusi data center di Singapura dan Cikarang, seiring peningkatan kebutuhan pelanggan dan komputasi berbasis AI melalui layanan Neutra Compute.

Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW) untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasar terhadap layanan data center. Untuk mendukung rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis untuk memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Segmen B2B ICT membukukan pendapatan sebesar Rp11,2 triliun, meningkat 3,1% YoY. Segmen usaha kecil dan menengah (Small Medium Enterprises/SME) menjadi penggerak utama pertumbuhan, dengan pendapatan meningkat 10,2% YoY menjadi Rp3,3 triliun.

Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pelanggan Indibiz sebesar 10,9% YoY menjadi 771,1 ribu pelanggan. Bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution juga mengalami pertumbuhan 6,2% YoY pada periode ini.

Kinerja segmen International turut mencatatkan pertumbuhan positif, dengan pendapatan meningkat 5,8% YoY menjadi Rp8,9 triliun. Pertumbuhan ini terutama didukung pendapatan jaringan yang naik 50,2% YoY menjadi Rp1,37 triliun, seiring penguatan layanan konektivitas internasional bagi global hyperscalers dan global carriers.

Di sisi infrastruktur, Telin terus memperluas konektivitas internasional melalui pengembangan kabel laut, termasuk ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026 dan proyek INSICA yang ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV 2026. Pengembangan ini turut mendukung posisi Batam sebagai hub kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas data center NeutraDC.

"Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global," ungkap Nanang.

Streamlining Jadi Prioritas, TelkomGroup Percepat Eksekusi Transformasi TLKM 30

Telkom terus menjalankan transformasi melalui inisiatif strategis TLKM 30 dengan empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift.

Transformasi ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi proses dan kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kolaborasi strategis, serta memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding guna mendorong sinergi dan penciptaan nilai jangka panjang.

Dalam pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup terus menjaga disiplin pengelolaan biaya dan arus kas guna mendukung efisiensi operasional, keberlanjutan investasi, serta kualitas layanan.

Kinerja arus kas tetap terjaga melalui pengelolaan kas yang disiplin, di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan karyawan, termasuk pembayaran terkait program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) guna mendorong struktur organisasi lebih efektif, dan produktif.

Pada pilar Streamlining, hingga kuartal III 2026 Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas, yang mencakup divestasi 3 entitas, penutupan 9 entitas, serta penggabungan 2 entitas. Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan capex sebesar Rp15,7 triliun dengan capex-to-revenue ratio sebesar 13,8%. Sebanyak 94,3% capex dialokasikan pada segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.

Telkom merampungkan penataan 14 entitas pada pilar streamlining hingga kuartal III 2026, yang mencakup divestasi 3 entitas, penutupan 9 entitas, serta penggabungan 2 entitas. Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan capex sebesar Rp15,7 triliun dengan capex-to-revenue ratio sebesar 13,8% serta 94,3% capex dialokasikan pada segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.

Lebih lanjut, Nanang menyampaikan bahwa streamlining menjadi prioritas utama transformasi TelkomGroup tahun ini. Penataan portofolio ini dilakukan agar TelkomGroup semakin fokus pada bisnis yang bernilai jangka panjang.

"Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," tutur Nanang.

Salah satu tonggak penting dalam agenda Unlock Value adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.

Melalui langkah ini, lebih dari 90% aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model bisnis carrier-neutral dan open-access, yang memungkinkan pemanfaatan infrastruktur secara lebih optimal serta membuka peluang komersialisasi dan kemitraan strategis.

"Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik, sehingga setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat," pungkas Nanang.

(akd/ega)

` $('.itp-berita_terkait-' + i).replaceWith(listArticles); } } }); });



Explore IndonesiaNow
Planning a Trip to Mawatu, Labuan Bajo? Heres What to Know

Planning a Trip to Mawatu, Labuan Bajo? Here's What to Know

Indonesia Handed Over 137-Hectare Former Coal Mining to Kopassus

Indonesia Handed Over 137-Hectare Former Coal Mining to Kopassus

Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);


Hide Ads