Seorang turis China mengalami keadaan traumatis saat liburan. Ia harus menyelamatkan diri saat staycation di sebuah resor mahal.
Inilah kisah Huang (25), turis China yang liburan di Sabah, Malaysia pada Senin (19/10). Ia menghabiskan 1.000 Yuan (Rp 2,7 jutaan) untuk menginap di Resor Semporna, seperti dilaporkan oleh media Says pada Minggu (25/10/2026).
Ia bercerita bahwa seorang pria yang diduga merupakan petugas keamanan resor masuk ke kamarnya pada malam hari ketika dirinya sedang tidur. Huang terbangun dan menyadari bahwa dirinya berada dalam situasi berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huang dilecehkan oleh pria itu. Ia berusaha melawan dan mencari cara untuk menyelamatkan diri. Huang kemudian berpura-pura meminta pria tersebut untuk mandi agar memiliki kesempatan melarikan diri. Namun, upayanya tidak berjalan mudah karena pria itu sempat menarik rambutnya dan menyeretnya.
Segala upaya dilakukannya, sampai ia berhasil melepaskan diri. Huang kemudian kabur ke area lereng yang dipenuhi semak-semak di sekitar resor.
Huang bersembunyi di antara semak-semak sejak sekitar pukul 03.30 waktu setempat. Selama bersembunyi, ia mengaku merasa sangat ketakutan dan tidak berani kembali ke resor. Tubuhnya juga digigit semut dan nyamuk, termasuk di sekitar bagian tubuh yang terluka. Dalam kondisi tersebut, ia hanya bisa berusaha bertahan dan berharap dapat ditemukan dengan selamat.
Sekitar pukul 08.00, staf resor akhirnya menemukan Huang. Meski sudah berhasil keluar dari situasi berbahaya, pengalaman tersebut meninggalkan trauma mendalam. Dalam unggahan di platform Douyin, Huang menceritakan kejadian yang dialaminya dan mengaku masih merasa takut, bahkan ketika hendak memejamkan mata.
Ia juga menyoroti bahwa harga penginapan yang mahal tidak selalu menjamin keamanan tamu.
Kasus ini turut mendapat perhatian setelah Kedutaan Besar China turun tangan. Dewan Pariwisata Sabah juga dilaporkan telah bertemu dengan Huang, sementara pemerintah negara bagian Sabah memantau perkembangan kasus tersebut.
Pihak resor disebut telah menghubunginya, tetapi Huang menyatakan belum menerima kompensasi. Ia pun telah menyerahkan penanganan persoalan ini kepada pengacaranya.


























































