Pernahkah menyadari, ukuran tinggi badan sebenarnya tidak bersifat statis atau tetap sepanjang hari? Sedikit lebih panjang jika diukur pada pagi hari, kemudian seolah-olah menyusut atau lebih pendek ketika malam.
Fenomena fisik yang terkesan unik ini kerap dianggap sebagai ilusi optik semata oleh masyarakat awam. Ada juga yang menganggap, perbedaan terjadi karena pada pagi hari seseorang cenderung 'ngulet' alias meregangkan tubuh.
Yang pasti, di balik berbagai spekulasi tersebut, terdapat penjelasan medis yang sangat logis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Paul Jonathan, SpOT (CF-Spine), M.Kes dari Sioloam Hospital Mampang mengungkapkan, perubahan tinggi badan ini berkaitan erat dengan cara kerja struktur anatomi tulang belakang serta pengaruh gaya gravitasi bumi terhadap tubuh manusia sepanjang hari.
Peran Bantalan Tulang Belakang Selama Waktu Istirahat
Perubahan tinggi badan sepanjang hari berkaitan erat dengan struktur penyusun kerangka tubuh bagian belakang. Ketika seseorang berbaring dan beristirahat atau tidur sepanjang malam, tulang belakang tidak lagi menahan beban berat badan secara vertikal. Akibatnya, bantalan di antara ruas tulang belakang tersebut mengalami proses peregangan maksimal karena terbebas dari tekanan gravitasi.
"Jadi kalau bapak ibu mau makin tinggi, ukur tinggi badannya pagi-pagi ibu. Itu pasti lebih tinggi. Tapi, kalau malam tiba-tiba lebih pendek. Kenapa? Karena tulang belakang kita melar kan pas tidur kan. Bantalannya," ungkap dr Paul dalam sesi Talkshow Osteoporosis Day 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Pengaruh Gravitasi dan Aktivitas Sepanjang Hari
Memasuki pagi hingga siang hari, ketika seseorang mulai bangun, berdiri, berjalan, dan beraktivitas, seluruh beban tubuh mulai menekan kerangka secara konstan.
Kombinasi antara berat badan dan gaya gravitasi bumi membuat bantalan tulang belakang perlahan-lahan terkompresi atau tertekan kembali.
Proses penekanan yang berlangsung secara terus-menerus selama berjam-jam inilah yang menyebabkan tinggi badan mengalami sedikit penyusutan menjelang sore atau malam hari.
"Terus lama-lama pas udah sore berat badan-berat badan akhirnya turun lagi," ujarnya.
Pentingnya Memahami Anatomi Tubuh dan Kritis Terhadap Mitos
Fenomena fluktuasi tinggi badan harian membuktikan bahwa tubuh manusia bersifat dinamis dan terus beradaptasi dengan lingkungan serta gaya gravitasi.
Pemahaman ilmiah seperti ini menjadi sangat penting agar tidak mudah termakan oleh berbagai klaim keliru atau mitos kesehatan yang kerap beredar luas di media sosial.
"Jadi, sekali lagi penting untuk berdiskusi dengan teman-teman dokter yang ada biar mitos-mitosnya tuh bisa dijawab gitu," tutupnya.
Simak Video "Video: Demam Hyrox Melanda, tapi Jangan Remehkan Risiko Saraf Kejepit"
[Gambas:Video 20detik](aur/up)

























































