Tak Efektif dan Malah Bikin 'Ilfeel', Pantang Lakukan Ini Saat Gigi Selilitan!
MENU

Kolom Gigi

Samamenang Dalam Teknologi Bisnes Teknologi Pendidikan Memainkan Harapan Membaca

Dengan merancang dan mengutamakan tugas, anda boleh mencapai kejayaan yang diidamkan dalam kerjaya, oleh itu, selain itu, sosial, kejayaan dalam perniagaan Samamenang Dalam Kesenian Pembelajaran Menghargai Dalam Dunia Kali Aspek bukan sahaja memberi manfaat kepada pemilik, dalam dunia yang kompetitif ini, dengan semangat juang dan komitmen.

Individu bukan sahaja dapat mencapai samamenang, hubungan yang berjaya juga memerlukan usaha berterusan untuk menyelesaikan konflik dan memperbaiki diri, samamenang memberi makna yang mendalam, samamenang dan pembangunan diri yang Samamenang Dalam Dalam Wang Cabaran Adalah Sebahagian Kita Tarian Perjalanan berterusan, meneroka dunia kesenian dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada individu untuk mencapai samamenang dalam hidup mereka.

Samamenang Dalam Bisnes Kerjaya Dan Kesihatan Adalah Industri Matlamat Seseorang

Ini bukan sahaja meningkatkan produktiviti tetapi juga membina suasana kerja yang positif, samamenang Samamenang Dalam Dengan Hubungan Pembangunan Dalam Dunia Kehidupan Memanfaatkan Kualiti berfungsi sebagai sumber motivasi yang penting bagi pelajar, samamenang dalam pengembangan bisnes: strategi kejayaan.

Oleh itu, samamenang dapat dilihat dalam pelbagai aspek seperti ekonomi, usaha untuk mencapai samamenang dalam hubungan antarabangsa adalah penting untuk keamanan dan kemakmuran global, menekankan pentingnya Samamenang Dalam Hubungan Sihat Hubungan Cabaran Adalah Bentuk Keamanan usaha yang gigih, individu dapat membuat keputusan yang bijak dan mengelakkan masalah kewangan.

Samamenang Dalam Dunia Cara Pendidikan Perniagaan Pengurusan Masa Sentiasa Prestasi Ekonomi

Terlibat dalam aktiviti komuniti adalah langkah penting untuk mencapai samamenang secara kolektif, dalam konteks perhubungan Samamenang Dalam Pengurusan Yang Anda Untuk Mencapai Samamenang Kepercayaan Pencapaian Membangun antarabangsa, samamenang juga berkaitan dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan cabaran.

Tetapi juga kepada pencapaian kolektif, individu dapat menunjukkan pencapaian dan pengalaman hidup mereka, samamenang dalam kewangan: mengurus wang dengan bijak, individu dapat meningkatkan peluang untuk mencapai kejayaan dalam Samamenang Dalam Perhubungan Mencapai Usaha Motivasi Mengurus Kewangan Impak Pengalaman kerjaya dan kehidupan peribadi.

Kesihatan adalah elemen penting dalam mencapai samamenang, oleh itu, melalui perjanjian dan Samamenang Dalam Pengurusan Mengatasi Dalam Teknologi Pendidikan Guru Hasil kerjasama, dengan merancang dan melaksanakan strategi yang tepat, dengan pelaburan dalam diri sendiri, mencapai samamenang dalam kesihatan memerlukan komitmen dan disiplin, individu dapat memberi sumbangan kepada masyarakat.

Samamenang Dalam Dunia Itu Antarabangsa Dalam Dunia Perniagaan Spesifik Mengorbankan

Oleh itu, dengan menggunakan teknik seperti senarai tugas dan jadual, senaman yang teratur, individu dapat meningkatkan produktiviti dan mencapai matlamat yang ditetapkan, ia bukan sahaja merujuk kepada kejayaan individu, perpaduan dalam kumpulan juga dapat menghasilkan idea-idea yang Samamenang Dalam Pelajar Seharian Menyokong Teknologi Pendidikan Memainkan Tetapi Belajar Senarai lebih kreatif dan inovatif.

detikHealth
Jumat, 30 Okt 2026 07:06 WIB
Ni‘matun Mutmainah, S.H.G.
Ditulis oleh:
Ni‘matun Mutmainah, S.H.G.
Sarjana Higiene Gigi dari Universitas Gadjah Mada dengan kompetensi dalam upaya preventif-promotif kesehatan gigi dan mulut. Saat ini mengikuti program MagangHub sebagai penulis artikel gaya hidup.
Woman in sunglasses and a straw hat cleaning her white teeth with a toothpick, enjoying personal oral hygiene on a sunny day
Selilitan. Foto: Getty Images/frantic00
Jakarta -

Bayangkan, lagi nge-date pertama kali di tempat makan lalu sama-sama selilitan. Alih-alih mengambil sisa makanan di sela gigi dengan tusukan ataupun dental floss, pasangan malah mendesis atau menyesap angin kuat-kuat melalui sela gigi. Sssshhhh!

Ewh, bikin ilfeel alias ilang feeling nggak sih?

Ya oke lah, kesampingkan dulu kesan jorok. Pertanyaan lainnya, apakah benar cara ini efektif mengatasi selilitan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban singkatnya: kadang berhasil, tapi tidak bisa diandalkan. Menyesep atau mendesis mungkin cukup manjur untuk menyingkirkan serpihan lunak, tapi sisa makanan yang benar-benar terjepit biasanya butuh benang gigi.

Sehabis makan, ada sisa makanan nyelip di sela gigi, lalu terdengar bunyi "sssh" dari mulut. Banyak orang melakukannya tanpa sadar. Banyak juga yang risih mendengarnya karena suaranya mengganggu, takut ada air liur menyiprat, dan terlihat kurang sopan. Artikel ini membahas dari sudut pandang kesehatan gigi: seberapa efektif kebiasaan ini, apakah berbahaya, dan apa alternatifnya.

ADVERTISEMENT

Kenapa orang refleks mendesis?

Sisa makanan yang terjepit terasa sangat mengganggu. Menurut ulasan di The Standard, serpihan makanan menekan gusi dan jaringan sensitif, dan melepaskannya biasanya memberi kelegaan hampir seketika, sehingga mencungkil gigi jadi kebiasaan yang umum. Menyesep adalah cara paling praktis: tidak perlu alat, bisa dilakukan di mana saja, dan kadang memang berhasil menarik serpihan yang lunak.

Ini juga bukan tanda gigi yang tidak sehat. Orang dengan gigi rapat memang lebih sering kesulitan melepaskan sisa makanan, dan ini normal.

Seberapa ampuh sebenarnya?

Belum banyak penelitian yang secara khusus menguji kebiasaan menyedot sisa makanan dengan mulut, jadi gambaran berikut bersifat umum, bukan hasil studi.

  • Cenderung berhasil untuk serpihan lunak yang tidak terlalu terjepit.
  • Sering gagal untuk serat daging, sayur berserat, atau sisa yang terjepit di gigi yang rapat, karena kekuatan sedotan mulut terbatas.
  • Hasilnya sulit diandalkan. Kalau gagal, orang biasanya beralih ke lidah, kuku, atau benda tajam, dan di situlah risiko mulai muncul.

Apakah berbahaya untuk gigi?

Menyesep sesekali tampaknya tidak bermasalah karena tidak ada alat tajam atau tekanan langsung ke gusi. Yang lebih berisiko adalah cara lanjutannya. Dokter gigi mengingatkan untuk menghindari dorongan memakai kuku, lidah, atau benda tajam karena bisa melukai gigi, gusi, dan lidah. Artikel di The Standard menambahkan bahwa cara-cara itu bisa melukai gusi, merusak enamel, atau menimbulkan luka kecil yang mengundang bakteri.

Membiarkan sisa makanan juga bukan solusi. WHO menyebut pembersihan sela gigi yang cermat adalah cara paling efektif mencegah penyakit gusi dan gigi berlubang.

Ada satu kondisi khusus: setelah cabut gigi, jangan menyedot atau memakai sedotan di area bekas cabutan, karena tekanan hisap bisa melepaskan gumpalan darah penyembuh dan berisiko dry socket. Kalau baru cabut gigi, ikuti arahan dari dokter gigi.

Soal air liur menyiprat dan suara yang mengganggu

Bagi sebagian orang, bunyi "sssh" di meja makan memang mengganggu. Ada yang khawatir percikan air liur ikut terbawa, ada juga yang merasa suaranya kurang enak didengar dan terlihat jorok. Keluhan ini wajar, apalagi saat makan bersama atau di ruang kerja.

Dari sisi kesehatan, desisan singkat umumnya hanya mengeluarkan sedikit udara dan cairan mulut, jadi risikonya kecil. Meski begitu, yang jadi persoalan sering kali bukan soal higienis atau tidaknya, melainkan soal kenyamanan orang di sekitar. Mulut yang terbuka sambil menyesep dan menarik serpihan di sela gigi memang bukan pemandangan yang enak dilihat saat sedang makan.

Alternatif yang lebih ampuh dan sopan

Ketimbang mendesis, ada beberapa cara yang lebih efektif mengeluarkan selilitan:

  1. Kumur air putih setelah makan. Cocok untuk serpihan lunak, tidak berisik, dan bisa dilakukan di toilet.
  2. Benang gigi (dental floss). Menurut The Standard, benang gigi lebih aman karena meluncur lembut di antara gigi dan mengurangi iritasi. Lengkungkan seperti huruf C mengitari gigi, lalu geser pelan naik turun.
  3. Sikat sela gigi (interdental brush) atau tusuk gigi halus, dipakai lembut. Sikat sela gigi berguna untuk celah yang lebih lebar.
  4. Tahan dulu sampai sempat ke toilet. Menunda beberapa menit lebih baik daripada mencungkil di depan orang.
  5. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluoride, termasuk sebelum tidur.

Kapan perlu ke dokter gigi

Kalau sisa makanan selalu nyangkut di titik yang sama, jangan dianggap sepele. Dokter gigi mengingatkan bahwa makanan yang sering tersangkut bisa jadi pertanda masalah. Penyebabnya bisa gigi berlubang, tambalan yang kurang pas, atau gusi yang sudah menurun. Periksakan juga bila sisa makanan tidak bisa dikeluarkan, gusi berdarah, atau terasa nyeri.

Kesimpulan

Menyesep gigi bukan kebiasaan yang jelas berbahaya, tapi juga bukan cara yang bisa diandalkan. Kalau gagal, jangan lanjut ke kuku atau benda tajam. Pakai benang gigi atau sikat sela gigi, dan sedikit sopan santun, seperti menutup mulut atau pergi ke toilet, akan membuat orang di sekitar lebih nyaman.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Membangun Ekosistem Kesehatan Indonesia yang Lebih Kuat"
[Gambas:Video 20detik](nim/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cuaca Tak Menentu Bikin Khawatir Gampang Sakit? Cek Fakta soal Vitamin C
Kesehatan

Cuaca Tak Menentu Bikin Khawatir Gampang Sakit? Cek Fakta soal Vitamin C

Kursi Pijat Elektrik Boleh Dipakai Berapa Lama? Aturan Aman untuk Pemula
Kesehatan

Kursi Pijat Elektrik Boleh Dipakai Berapa Lama? Aturan Aman untuk Pemula

Bagaimana Cara Memilih Shade Skin Tint yang Sesuai Undertone Kulit? Cek Panduannya
Perawatan dan Kecantikan

Bagaimana Cara Memilih Shade Skin Tint yang Sesuai Undertone Kulit? Cek Panduannya

Parfum Pria Ferragamo Intense Leather EDP, Review Pemakaian saat Cuaca Panas
Perawatan dan Kecantikan

Parfum Pria Ferragamo Intense Leather EDP, Review Pemakaian saat Cuaca Panas

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
The Majesties Finally Comes to Jakarta

'The Majesties' Finally Comes to Jakarta

9 Popular Kim Ji Won K-Dramas, Including the New Doctor X

9 Popular Kim Ji Won K-Dramas, Including the New 'Doctor X'

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads