Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baru mencapai 50,62 persen atau 177.161 unit dari total 350.000 unit. Untuk menggenjot pencapaian, bos-bos BP Tapera akan cek langsung ke lapangan untuk melakukan kegiatan pemasaran dan sosialisasi.
Kegiatan pemasaran rumah subsidi dipegang oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma. Namun, seluruh deputi komisioner termasuk Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho juga akan ikut membantu pemasaran rumah subsidi di berbagai wilayah di Indonesia.
"Di sini bisa dilihat walaupun tanggung jawab utama pencapaian target ini ada di saya sebagai DK Pemanfaatan, namun komitmen dari seluruh komisioner dan deputi komisioiner BP Tapera beserta tim telah membagi bersama-sama untuk pencapaian target," kata Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma dalam rapat koordinasi evaluasi penyaluran KPR FLPP, Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat (9/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sid menjelaskan, mereka akan turun langsung ke lokasi rumah subsidi yang sudah ready stock dan memasarkan ke target pasar. Kegiatan tersebut akan dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara daring.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho akan berfokus pada lokasi perumahan subsidi dengan supply yang tinggi dan populasi masyarakatnya tinggi. Rencananya, dalam sosialisasi tersebut masyarakat akan diajak melihat langsung rumah subsidi yang sudah selesai dibangun.
"Dan secara langsung kami langsung ke lokasi perumahan. Jadi tim teknis yang ke lapangan akan langsung ke lokasi perumahan, ngundang bersama nanti dengan perbankan dan pengembang, masyarakat sekitar situ berbagai profesi untuk langsung showcase aja," kata Heru.
Per 9 Oktober 2026, penyaluran FLPP menyentuh angka 177.161 unit atau 50,62 persen dari target 350.000 pada 2026. Rinciannya, rumah subsidi tapak sebanyak 177.140 unit dan dari rumah susun subsidi sebanyak 21 unit.
Di sisi lain, terdapat potensi demand sebanyak 39.155 unit. Apabila potensi tersebut bisa terealisasi, maka total penyaluran yang bisa terealisasi bisa sampai 216.316 unit atau sekitar 61,27 persen hingga Oktober 2026.
Sementara proyeksi penyaluran FLPP hingga Desember 2026, untuk rumah tapak diperkirakan akan ada sekitar 135.000 unit, lalu rusun ready stock ada 10.000, serta rusun indent sebanyak 40.000 unit. Jadi ada tambahan sekitar 185.000 unit.
"Kami telah bersurat dan telah berkomunikasi bagi para pengembang yang memiliki stock, ready stock rusun, harap segera di-upload ke sistem kami, Sikumbang. Setelah teregistrasi tentunya rusun tersebut dapat dipasarkan ke masyarakat, oleh bank penyalur dan BP TAPERA," ujar Sid.
Menurut Sid, apabila setiap pihak seperti bank penyalur, pengembang, dan lembaga lainnya bisa bekerja sama dengan baik, bukan tidak mungkin target penyaluran FLPP 350.000 unit bisa tercapai.
"Target kita adalah 350.000 unit di tahun 2026. Walaupun cukup merupakan tantangan, tapi saya rasa dengan bekerja sama bank penyalur, BP Tapera dan juga tentunya pengembang perumahan, kita tetap memperjuangkan agar angka 350.000 tersebut dapat tercapai," kata Sid.





























































