Gas bumi dari Jawa Timur mulai dialirkan ke Jawa Barat melalui pipa Cirebon-Semarang (Cisem) pada 4 September 2026 oleh PT Bayu Buana Gemilang (BBG). Dengan dimulainya penyaluran tersebut, BBG menjadi salah satu gas shipper yang mengalirkan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat melalui pipa Cisem.
Pencapaian ini mendukung program strategis pemerintah untuk mengintegrasikan infrastruktur gas bumi di Pulau Jawa sekaligus menghubungkan pasokan gas domestik dengan pelanggan eksisting BBG di Jawa Barat. Pengangkutan gas dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Pengangkutan Gas antara BBG dan PT
Pertamina Gas (PERTAGAS), dengan kapasitas harian atau Daily Reserved Capacity sebesar 3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
"Kapasitas yang disepakati tersebut mendukung pemanfaatan jaringan transmisi yang saling terhubung oleh BBG untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggannya. Dimulainya pengaliran gas ini menindaklanjuti permintaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar BBG mendukung rangkaian kegiatan commissioning jaringan pipa transmisi ruas Batang - KHT (Cisem II)," kata Direktur Utama PT BBG, Andi Rachman dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui surat tertanggal 3 September 2026, Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi meminta BBG menyediakan gas untuk pelaksanaan pengujian dinamis lanjutan pada sistem pengukuran gas di Kandang Haur Timur (KHT), kegiatan cleaning pigging dari Batang - KHT, serta penyaluran gas berikutnya.
BBG mulai mengalirkan gas pada 4 September 2026, mendukung peralihan dari tahap pengujian dan penyiapan operasi infrastruktur menuju penyaluran gas kepada pelanggan melalui jaringan yang terintegrasi.
Pipa Cisem II sepanjang sekitar 242 kilometer (km) menghubungkan Batang, Jawa Tengah, dengan Kandang Haur Timur, Jawa Barat. Setelah pelaksanaan kegiatan commissioning sistem pengukuran gas selesai dilaksanakan pada 6 September 2026, pipa ini menjadi penghubung penting dalam infrastruktur transmisi gas bumi di Pulau Jawa, yang memungkinkan gas disalurkan antara sumber pasokan dan pusat kebutuhan di berbagai wilayah.
"Bagi shipper dan pelanggan gas, konektivitas ini memperluas moda pengangkutan serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengakses pasokan gas domestik. Partisipasi BBG menunjukkan kontribusi aktif atas infrastruktur tersebut untuk mendukung penyaluran gas dari Jawa Timur kepada pelanggan di Jawa Barat," ujarnya.
Perkembangan ini juga memperlihatkan peran yang saling melengkapi antara pemerintah, operator pipa, dan shipper gas dalam mengoperasikan infrastruktur gas yang terintegrasi. Pembangunan infrastruktur oleh pemerintah menyediakan konektivitas fisik, sementara pengaturan pengangkutan dan partisipasi shipper memungkinkan gas tersalurkan kepada pengguna akhir.
"Melalui dimulainya penyaluran ini, BBG mendukung peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik serta berkontribusi terhadap upaya pemerintah memperkuat konektivitas energi nasional. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memenuhi kebutuhan pelanggan eksisting melalui kapasitas pengangkutan yang telah disepakati bersama PERTAGAS," tuturnya.
Lihat juga Video: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Untung atau Rugi?





















































