Francesco Bagnaia mengalami insiden balapan saat Sprint Race MotoGP Qatar 2026. Dia kena tabrak Fermin Aldeguer.
Sprint Race Qatar 2026 diwarnai red flag! insiden itu terjadi saat Bagnaia ditabrak Fermin pada lap kedua di tikungan 16.
Fermin menabrak bagian belakang motor Ducati milik Bagnaia. Sejurus kemudian, Bagnaia terlempar dari motornya sebelum jatuh keras menghantam aspal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagnaia dilaporkan mengalami patah tulang kaki kanan.
"Pemeriksaan awal yang dilakukan paad Francesco Bagnaia di pusat medis Sirkuit Internasional Lusail memperlihatkan adanya patah tulang di kaki kanan si pebalap, yang melibatkan tulang jari keempat dan kelima," bunyi keterangan Ducati.
Akibat cedera itu, Bagnaia harus absen balapan utama MotoGP Qatar 2026. Sementara itu, Fermin diganjar hukuman double long lap penalty saat balapan restart.
Fermin meminta maaf atas tindakannya tersebut. Dia mengaku hanya melihat peluang.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada Pecco dan tim," ujarnya seperti yang dilaporkan oleh Motorsport.
"Saya sudah mendatangi garasinya dan mencoba menjelaskan sejelas mungkin apa yang sebenarnya terjadi," ujar Fermin.
"Kecelakaan itu terlihat sangat parah, tetapi dari sudut pandang saya, saya rasa saya tidak melakukan manuver yang terlalu gila," tambah dia.
Pada lap kedua balapan Sprint, rider tim Gresini itu sedang bertarung dengan Pedro Acosta untuk posisi ke-6. Dia masuk mode menyerang, tetapi melewatkan titik pengereman dan menghantam keras bagian belakang motor Pecco Bagnaia.
"Saat itu saya sedang berusaha merebut kembali posisi dari Pedro, yang keluar dari Tikungan 15 dengan kurang baik," kata Fermin.
"Saya melihat celah untuk menyusul di tikungan terakhir, tetapi jelas bahwa dia, setelah keluar tikungan dengan buruk, berusaha mempertahankan posisinya."
"Kami berada sedikit lewat dari separuh lebar trek, agak ke sebelah kanan, dan kita tahu bahwa di Qatar sini, ketika Anda keluar dari racing line, kondisinya seperti berjudi (sangat licin). Saya tidak mampu mengerem motor seperti yang saya inginkan," kata Fermin.
Fermin juga meminta maaf langsung ke garasi Ducati setelah finis ke-11 di Sprint Race. Responsnya beragam.
"Pada akhirnya, ada orang yang mengerti bahwa hal-hal seperti ini bisa terjadi dalam balapan, sementara ada juga yang mengambilnya secara lebih pribadi," kata Fermin.
"Namun, yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf dan berusaha agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di balapan-balapan berikutnya."
"Pada akhirnya, begitulah dinamika balapan: terkadang Anda yang membuat kesalahan, di lain waktu Anda yang menjadi korban," tutup Fermin.






















































