Niatnya mungkin hanya bercanda, tetapi komentar singkat tentang bom justru membuat wisatawan asal Kroasia ini harus mendekam di tahanan selama sepekan.
Blazenko Djuran (61), ditangkap setelah melontarkan pertanyaan bernada gurauan di Bandara Internasional Malta. Djuran terbang dengan menggunakan Ryanair pada Jumat (23/10).
Peristiwa bermula ketika staf Ryanair menegurnya karena tas yang dibawanya terlalu besar untuk masuk ke kabin pesawat, seperti dilaporkan Malta Today dan dikutip Senin (2/11/2026). Alih-alih menanggapi dengan serius, Djuran justru bercanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memangnya ada bom di dalamnya?" jawabnya.
Ucapan tersebut berujung pada dakwaan karena dianggap menyebarkan informasi palsu yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Saat dibawa ke pengadilan, Djuran sebenarnya ingin mengakui kesalahannya. Namun, ketika Hakim Abigail Critien menanyakan apakah ia memahami arti pengakuan bersalah, pria tersebut tampak ragu.
Ia bahkan mengaku belum pernah berurusan dengan pengadilan sebelumnya. Hakim akhirnya menolak pengakuan tersebut dan menetapkan pembelaan tidak bersalah atas namanya.
"Saya tidak akan menerima pengakuan bersalah dari seseorang yang tidak memahami dakwaan terhadap dirinya," ujar hakim.
Meski demikian, Djuran kembali menegaskan bahwa dirinya bersalah. Namun hakim memilih untuk berhati-hati dalam mengambil sanksi.
Hingga laporan ini diterbitkan, Djuran belum dijatuhi hukuman karena pengadilan belum menyatakan dirinya bersalah. Ia masih berstatus terdakwa dan ditahan sambil menunggu proses hukum selanjutnya.
Kini, melalui permohonan habeas corpus, tim pengacaranya berupaya menggugat keabsahan penahanan tersebut dan meminta pembebasannya. Dengan demikian, persoalan hukumnya kini tidak hanya berkaitan dengan komentar tentang bom di bandara, tetapi juga apakah penahanan terhadap dirinya telah dilakukan sesuai prosedur hukum.


























































