Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap sejumlah titik di wilayahnya yang masih rawan banjir. Memasuki musim hujan, ada dua wilayah yang saat ini bakal dibenahi yakni di Sukajadi-Setiabudi hingga di Kopo.
Di Sukajadi-Setiabudi, Farhan mengatakan kawasan itu kerap terkena limpasan air dari arah Lembang saat hujan deras mengguyur. Ditambah, drainasenya juga terhalang oleh tumpukan sampah yang terbawa arus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu di perbatasan Kopo, itu bagaimanapun juga, terutama yang di bawah tol ya, Cibaduyut yang berbatasan dengan kabupaten," kata Farhan, Rabu (28/10/2026).
Kemudian, penanganan banjir juga bakal dilakukan mulai dari Ciwastra hingga ke Cimindi. Penanganan itu kata Farhan memerlukan kerja sama dengan Pemkab Bandung maupun Pemkot Cimahi.
"Penyelesaian permanen berikutnya dari Ciwastra ke timur sampai ke arah Cinambo. Insyaallah kita sudah punya engineering plan-nya dan sedang kita komunikasikan dengan Bappenas, dengan Kementerian PU, agar kami bisa mendapatkan bantuan anggaran untuk pelaksanaannya. Karena diperkirakan dananya itu sampai Rp800 miliar selama 3 tahun ke depan," bebernya.
Soal kebutuhan anggaran Rp800 miliar, Farhan mengatakan dana itu bakal digunakan untuk membuat fasilitas kolam retensi. Sebab ternyata, kata dia, kolam retensi di sepanjang jalur Jalan Soekarno Hatta itu kini tidak berfungsi kembali.
"Sekarang udah enggak ada. Sudah jadi jalan, sudah jadi bangunan. Maka kita harus membuat kolam retensi dengan sistem kanal banjir menggunakan pompa. Sehingga total butuh anggaran sekitar Rp800 miliar," tuturnya.
Selain banjir, Pemkot Bandung juga menugaskan BPBD untuk mengantisipasi terjadinya longsor. Farhan mengatakan, ada 7 kecamatan yang rawan bencana tersebut, mulai dari Cibiru hingga Cidadap.
"Beberapa titik di utara yang sangat mengkhawatirkan tentu saja adalah Cihampelas, di depan Hotel Grand Tjokro, itu kan perlu diperhatikan, jangan sampai ada kerusakan lagi. Sementara di daerah barat, Sungai Citepus sampai ke Pagarsih, itu juga sangat diperhatikan," katanya.
"Kemudian Cikapundung membelah tengah di sini juga sangat kita perhatikan titik-titik yang bisa menimbulkan bukan banjir genangan besar, termasuk banjir bandang," pungkasnya.
(ral/orb)






















































