Hujan deras mulai turun di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Langit Balikpapan terlihat kelabu dan masih berselimut kabut.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH, kualitas udara di Sepinggan, Balikpapan Selatan berada dalam kategori Tidak Sehat. Dengan nilai Nilai ISPU PM2.5 yang tercatat mencapai 141 pada pukul 18.00 Wita, pada Selasa (27/10/2026).
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan, Huda Abshor Mukhsinin menjelaskan keberadaan kabut asap tidak mempengaruhi proses pembentukan awan hujan. Meskipun, proses hujan konveksi sedikit terhambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak berpengaruh terhadap proses pembentukan awan dan curah hujan. Namun, adanya kabut asap ini sedikit menahan radiasi matahari yang masuk ke permukaan, sehingga proses konveksi sedikit terhambat," ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Huda menjelaskan hujan di tengah kabut asap ini berkaitan dengan arah angin yang berbalik arah dari timur laut menuju barat daya Kalimantan Timur. Fenomena tersebut membuat pola angin Monsun Australia mulai melemah.
"Angin sebelumnya bertiup dari timur laut, kini berbelok menuju barat daya Kalimantan Timur yang menunjukkan bahwa pola angin Monsun Australia mulai melemah," ucapnya.
Perubahan pola angin tersebut menjadi salah satu indikator terjadinya peralihan musim di Kalimantan Timur. Pada periode ini, terdapat zona konvergensi atau pertemuan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan di sebagian wilayah.
"Dari pola angin tersebut sudah menunjukkan tanda peralihan musim," kata Huda.
Ia menekankan guyuran hujan ini belum tentu dapat membersihkan udara yang tercemar akibat kabut asap. Terlebih jika karhutla masih masif terjadi.
"Belum tentu, jika karhutla masih berlangsung, kualitas udara diperkirakan masih buruk," tandasnya.
BMKG memperingatkan potensi kebakaran masih tinggi dalam sepekan ke depan. Sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprakirakan berada dalam kondisi sangat mudah terbakar.
"Potensi kejadian karhutla masih perlu diwaspadai. Untuk sepekan ke depan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur memiliki potensi sangat mudah terbakar," ungkap Huda.
Ia mengingatkan bagi masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menggunakan masker. Selain itu, meningkatkan kewaspadaan jika jarak pandang terpantau berkurang.
"Gunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara," pungkasnya.




























































