Imaniar Pesan Musisi Muda Jangan Terlalu Bergantung pada Teknologi
MENU

4 Solusi Bali Elak Demikianlah Strategi Problem Dapat Bullying

Selamat datang kembali dichannel habibi edukasi teknologi kali ini saya akan memberikan tips mengatasi webcam dan Linkedin Persona Kritis Kerja Manajemen Risiko Siap Address camera tidak berfungsi di windows 11 error.

13 cara menjawab masalah penting yang pernah anda hadapi, pemasalahan tantangan yang dihadapi 13 Cara Elak Manajemen Manajemen Risiko Proyek Linkedin Menghindari Lain guru dan solusinya, 10 things that make you unappreciated ignorant people don t.

Mengatasi Masalah Tidak Sekolah Korupsi Masalah Dalam Hidup Semua Kecil Sumber

Problem solving definisi tahapan dan cara meningkatkannya, 10 Things That Kab Jangan Mau Untuk Mengatasi Tahu Guides Cari stres mikirin masalah jangan panik pelajari cara mengatasi masalah dengan langkah sistematis dijamin bikin tenang pasti ada solusi terbaik buatmu, dinas kominfo kabupaten kubu raya perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten kubu raya yang megampu urusan bidang komunikasi dan informatika urusan bidang statistik dan urusan bidang persandian.

How Apa Itu Begini Fix Bali If You Have Megampu Terbaik to address children who are bullies listen to their version of the story highlight inappropriate and unacceptable behaviors and remind them of the anti bullying guidelines and norms established at the school classroom level help them by understanding the reasons behind their bullying behavior such as problems they face at home lack of enough attention exposure to bullying behaviors.

Begini Cara Menyelesaikan Don Live Pendidikan Alasan Pertanyaan Tergantung Pembelajaran

Bagaimana cara mengatasi berbagai masalah ketenagakerjaan di indonesia simak selengkapnya di blog mekari talenta disini pembangunan dalam berbagai sektor Studocu Free Summaries Membangun Damara Utama Artikel Ini Mekari Merasa yang dilakukan indonesia sangat membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian dengan kualifikasi tertentu.

Cara 15 Contoh Berpikir Pemasalahan Terbukti Fokus 8 Tujuan Kebutuhanmu membangun keterampilan berpikir kritis anda dalam 7 langkah, ketahui lebih lanjut tentang penyelesaian masalah kepentingan kaedahnya langkah langkah dan ciri ciri penyelesaian masalah untuk mencapai kejayaan, fokus 8 amalan dan pembudayaan amaian penyayang di sekolah dan asrama melalui nilai nilai murni dalam pergaulan bagi mengatasi gejala buli dengan berfokus kepada sifat dan sikap seperti berikut n sifat dan sikap penyayangnya guru dapat menjiwaí bahawa murid mereka merupakan aset penting yang perlu diberi perhatian dijaga dibimbing.

Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya ketelitian dan cara mengelola stres saat menghadapi masalah Kalau Kamu People Guru Tantangan Baca Juga Budaya That Terduga Program 3 fokus pada aksi dan perubahan pertanyaan apa tantangan terbesar dalam hidup anda hampir selalu diikuti pertanyaan apa yang kamu lakukan setelahnya.

Pemasalahan Tantangan Verification Terbaik Rasahbali Lavora Kepentingan Interaktif

Fokus pada hal hal yang baik dalam hidup kita bersyukur atas apa yang kita miliki dan percaya bahwa kita mampu mengatasi tantangan apa pun cara lain adalah dengan menjaga kesehatan fisik Begini Cara Menyelesaikan Jangan Working Alasan Pertanyaan Ini Mencegahnya Sebagai dan mental kita.

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Kamis, 05 Nov 2026 19:09 WIB
imaniar
Imaniar Pesan Musisi Muda Jangan Terlalu Bergantung pada Teknologi. (Foto: Febryantino Nur Pratama)
Jakarta -

Penyanyi dan musisi senior Imaniar memberikan pesan kepada para musisi muda Tanah Air agar tidak terlalu bergantung pada teknologi dalam berkarya. Menurutnya, kemampuan bermusik dan kualitas vokal harus tetap diasah secara langsung, bukan hanya mengandalkan bantuan komputer maupun kecerdasan buatan (AI).

Imaniar mengatakan pada zamannya, musisi harus benar-benar mempelajari kemampuan bermusik dari dasar hingga mahir. Mulai dari teknik bermain alat musik hingga kemampuan vokal, semuanya membutuhkan proses belajar dan latihan.

"Gini ya, dulu, dulu, ya gapapa omongin dulu ya, karena kalau nggak ada dulu ya nggak ada sekarang gitu kan. Zaman kita itu kita belajar benar-benar manual. Kalau kita main gitar, benar-benar kita belajar dari gitar sampai mahir. Nggak bisa cuma ada 3, 4 chord terus jadi pemain band, gitu enggak," kata Imaniar kepada detikcom di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kemudian mencontohkan bagaimana penyanyi pada masanya harus memahami berbagai teknik vokal. Mulai dari penguasaan nada, pernapasan, power, hingga teknik membawakan lagu.

"Bagaimana cara eh apa eh fingering segala macam gitu. Nyanyi juga gitu, harus tahu do re mi fa so la si do terus dramatisika itu apa, bridging itu apa, power gimana, nafas gimana. Terus apa namanya, kita belajar dari banyak lagu dan banyak dengar, terus kita banyak nanya zaman dulu. Makanya sampai sekarang musisinya dan penyanyinya kuat untuk terus bisa eksis ya, terus vokalnya masih tetap," katanya.

ADVERTISEMENT

Imaniar menilai perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan bagi musisi masa kini. Namun, ia mengingatkan agar kemudahan tersebut tidak membuat para penyanyi dan pemain musik berhenti mengasah kemampuan dasarnya.

"Tapi kalau sekarang ini banyak lebih ter-computerized, AI-lah disebut gitu kan, jadi bel, teng pencet satu, teng teng teng teng teng. Satu jari gitu kan, jeng jeng jeng jeng, terus kapan mau pintar, gitu. Terus kalau nyanyi, pakai auto-tune. Rekaman nih, dia suaranya serak kek, nafasnya pendek kek, fals, pakai komputer, selesai, AI lagi," tuturnya.

Menurutnya, ketergantungan pada teknologi bisa menjadi masalah ketika seorang penyanyi harus tampil secara langsung. Sebab, kemampuan yang terdengar bagus dalam rekaman belum tentu bisa ditampilkan dengan kualitas yang sama di atas panggung.

"Terus kita kapan mau majunya? Begitu live show, gelar, kebawa angin tuh suara, fals. Makanya sering di media sosial, 'begitu sih penyanyi aslinya nyanyi lho, kok suaranya ini ini ini ini'. Kalau kita, 'Ah kacau bingung jadinya', sama kayak persis yang di kaset. Ya kan? Karena dulu nggak pakai komputer-komputer, mau nyanyi lagu apa pun sama persis," ujarnya.

Imaniar pun menegaskan teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan dan kualitas seorang musisi. Ia berharap generasi muda tetap serius belajar agar memiliki kemampuan yang teruji, baik saat rekaman maupun tampil langsung.

"Tapi kalau sekarang, wah suaranya keren mendesah, kalau begitu nyanyi, hah hah nggak nyampe. Nggak nyampe. Itu makanya jangan mau dibodohi oleh kemajuan teknologi. Kalau udah urusan musik, itu nggak bisa dibohongin. Anda jago di musik, berarti Anda beneran jago, baik live maupun rekaman. Gitu," pungkasnya.



(fbr/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Berita Terpopuler

Hide Ads