Sebuah pesawat raksasa milik Emirates terjebak di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. Taxiway di bandara itu ambles!
Insiden tersebut terjadi pada Senin (2/11) setelah hujan lebat dan banjir melanda kawasan sekitar bandara. Pesawat dengan nomor penerbangan EK373 itu sedang bersiap terbang menuju Dubai, seperti dilaporkan oleh Thai PBS pada Kamis (5/11/2026).
Namun, sekitar pukul 21.11 waktu setempat, pesawat tidak dapat melanjutkan pergerakan saat berada di Taxiway nomor E21. Jalur tersebut merupakan bagian dari area yang digunakan pesawat untuk bergerak antara landasan pacu dan area parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas bandara kemudian meminta bantuan Bangkok Flight Services (BFS), perusahaan yang menangani layanan darat pesawat. Sebuah kendaraan penarik dikirim untuk mengeluarkan A380 itu dari lokasi. Setelah sekitar satu jam, pesawat akhirnya berhasil dipindahkan pada pukul 22.18 waktu setempat.
Pesawat tersebut kemudian lepas landas menuju Dubai pada pukul 22.22 waktu setempat.
Setelah kejadian, petugas melakukan pemeriksaan teknis terhadap Taxiway E21. Hasilnya menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bagian permukaan jalur tersebut.
Pihak bandara menduga kerusakan dipicu hujan deras berkepanjangan dan banjir di sekitar kawasan bandara. Air yang terkumpul di bawah permukaan tanah diduga melemahkan struktur jalur taxiway. Ketika dilintasi pesawat berbobot sangat besar seperti Airbus A380, permukaannya tidak mampu menahan beban dan mengalami penurunan.
Bandara Suvarnabhumi kemudian melakukan perbaikan darurat. Area taxiway yang rusak harus diperbaiki dan dilapisi kembali dengan aspal. Jalur tersebut juga perlu diberi waktu agar material perbaikan mengeras sebelum dapat digunakan kembali.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan, Taxiway E21 ditutup untuk pekerjaan perbaikan hingga Jumat (6/11/2026) pagi.
Untuk mengurangi dampak terhadap penerbangan, pengelola bandara menyiapkan jalur alternatif. Salah satunya adalah bagian baru dari Taxiway D yang masih menunggu persetujuan keselamatan dari Otoritas Penerbangan Sipil Thailand.
Sementara itu, pengaturan pergerakan pesawat dilakukan bersama Aeronautical Radio of Thailand (Aerothai). Bandara menyatakan dua landasan pacu yang tetap beroperasi masih mampu menangani lalu lintas penerbangan tanpa penundaan besar.
Namun, insiden Emirates bukanlah kejadian pertama dalam waktu berdekatan. Pada 28 Oktober, sebuah Boeing 737-800 milik China Airlines juga mengalami masalah di bandara yang sama. Pesawat dengan nomor penerbangan CI840 itu sedang bersiap terbang menuju Kaohsiung, Taiwan, ketika roda pendaratan utamanya terjebak pada bagian permukaan yang rusak di dekat Runway 02R.
Akibatnya, pesawat tidak dapat bergerak dan empat pesawat lain yang berada di belakangnya ikut terhambat. Petugas harus menggunakan kendaraan penarik untuk memindahkan pesawat-pesawat tersebut satu per satu ke jalur alternatif. Insiden itu menyebabkan lima penerbangan mengalami keterlambatan sekitar dua jam.
Dua kejadian dalam waktu kurang dari sepekan ini membuat kondisi permukaan landasan dan taxiway Suvarnabhumi menjadi perhatian. Pemerintah Thailand pun meminta percepatan perbaikan. Pemeriksaan dan pemeliharaan tambahan juga dijanjikan untuk mencegah kerusakan serupa terulang.
Bandara Suvarnabhumi merupakan salah satu pintu masuk internasional utama Thailand. Gangguan pada jalur taksi maupun landasan pacu dapat memengaruhi pergerakan pesawat, terutama ketika lalu lintas sedang padat.
Meski demikian, pengelola bandara menyatakan operasional penerbangan tetap dapat berjalan dengan pengaturan jalur dan landasan alternatif selama perbaikan berlangsung.


























































