Perjalanan hidup Heru Baskoro (84), putra dari pahlawan nasional sekaligus penulis naskah proklamasi Sayuti Melik, sempat menjadi sorotan publik setelah kisah pilunya di masa tua viral di dunia maya.
Dulu ia sempat menikmati karier di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat dan Kanada, roda nasib membawanya pada ujian berat tatkala ia harus menjalani masa tua di sebuah rumah kontrakan dua petak sederhana di kawasan Rawalumbu, Bekasi. Belum lagi, Heru juga harus berjuang melawan gangguan penglihatan serius di usia senjanya.
Prosedur medis penanganan mata yang terkendala biaya serta panjangnya antrean pengobatan luar negeri sempat membuat kondisinya memprihatinkan, hingga akhirnya mendapat perhatian luas dan uluran tangan berbagai pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, babak baru yang membawa secercah harapan menghampiri hidupnya. Heru telah menjalani operasi transplantasi kornea mata di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Pada hari pertama pasca-operasi, perubahan drastis langsung dirasakan oleh fungsi penglihatannya.
Kepala Bank Mata RSCM, dr Rina La Distia Nora menjelaskan, kondisinya sudah membaik secara signifikan. Jika sebelumnya ia hanya mampu meraba bayangan atau melihat lambaian tangan dari dekat, kini penglihatannya jauh lebih terang dan mampu mengenali objek jarak jauh.
"Meningkat dari kemarin, mungkin hanya bisa melihat lambaian tangan. Tapi, sekarang sudah dari jarak kira-kira 3 meter sudah bisa menghitung jari," ujarnya saat ditemui wartawan di RSCM, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ia juga bahkan sudah bisa menjawab pertanyaan dari wartawan saat ditanya soal umurnya.
"Delapan empat," katanya sembari menatap kedua tangannya.
Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr Renan Sukmawan, ST, SpJP (K), PhD, MARS mengatakan, operasi transplantasi kornea dan perawatan pasca-operasi Heru seluruhnya ditanggung oleh RSCM sebagai bentuk penghargaan kepada pahlawan negara.
"Jadi, ini salah satu upaya bagaimana senior-senior kita seperti ini atau ada juga banyak yang lain kita tolong dan selamatkan," ucapnya.
"Beliau mengalami gangguan dan harus lakukan transplan kornea. Dan ada di Indonesia ya datang ke kami dan kami cover semua. Kami membantu beliau dan menghormati pahlawan kita," tutupnya.

























































