Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mencatat peningkatan permintaan donor korea yang relatif signifikan. Pihaknya memastikan seluruh pasien akan ditindaklanjuti melalui skala prioritas.
Kepala Bank Mata RSCM, dr Rina La Distia Nora daftar tunggu (waiting list) pasien terus bergerak naik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Berdasarkan data nasional, estimasi kebutuhan kornea di Indonesia mencapai 200 ribu hingga 900 ribu orang, sementara ketersediaan donor lokal sebelumnya sangat terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memastikan distribusi jaringan kornea tepat sasaran dan berkeadilan, penanganan pasien diatur menggunakan mekanisme penilaian klinis yang objektif.
"Sebagai resipien pasti ingin keadilannya siapa yang membutuhkan itu yang (diutamakan). Jadi kalau kita di (RSCM) kita sudah ada prosedur yang disebut dengan skala prioritas," ujar dr Rina dalam sesi doorstop peresmian RSCM CAREs di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Penilaian Berdasarkan Tingkat Keparahan Mata
Dalam penerapannya, penentuan urutan penerima donor kornea tidak didasarkan pada siapa yang mendaftar lebih dulu, melainkan melihat tingkat urgensi medis dan kondisi klinis pasien.
Setiap pasien akan melalui pemeriksaan mendalam untuk menilai seberapa parah kerusakan pada mata yang terburuk serta kondisi fungsional mata sebelah pasien.
"Jadi setiap pasien itu akan dilihat pertama dia tu mata yang sebelahnya bisa melihat atau tidak. Jadi mata yang terburuk itu seberapa berat. Nah, kalau misalnya dia makin berat, itu dia makin naik skala prioritasnya," ucapnya.
"Jadi prioritas satu sampai ke prioritas yang paling terakhir, itu prioritas lima di mana mata sebelahnya masih bisa melihat," lanjutnya.
Melalui pembagian dari prioritas pertama hingga kelima ini, pasien yang mengalami kerusakan kornea paling parah dan terancam kehilangan penglihatan secara total akan mendapatkan alokasi donor lebih dahulu dibandingkan pasien yang kondisi mata sebelah masih berfungsi dengan baik.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mendukung langkah penguatan layanan rujukan ini agar rantai antrean panjang dapat dipangkas.
Dengan hadirnya fasilitas Bank Mata RSCM serta kemudahan pendaftaran melalui platform digital resmi, diharapkan partisipasi sukarela masyarakat untuk mendonorkan kornea semakin meningkat demi membantu ribuan pasien yang mengantongi daftar tunggu.

























































