Kebijakan menambah biaya tambahan atau jaminan dilakukan hotel-hotel di Miami kepada tamu--tamu yang operasi bokong atau Brazilian Butt Lift (BBL). Mereka lelah membersihkan kamar yang penuh dengan bercak darah.
Dilansir dari New York Post, Minggu (8/11/2026) seiring dengan membanjirnya wisatawan medis yang datang ke Miami demi mendapatkan bokong yang lebih besar, sejumlah hotel mulai melakukan tindakan pencegahan terhadap dampak yang tidak diinginkan: seprai berlumuran darah, kasur yang kotor, dan biaya pembersihan yang mahal.
Sebelumnya, viral cuitan seorang tamu yang terkejut saat dimintai dana jaminan sebesar USD 600 di sebuah hotel di Miami. Ternyata, jumlah yang cukup besar itu diminta karena banyaknya pasien bedah plastik yang meninggalkan kamar dalam kondisi kotor penuh darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang menjalani prosedur BBL di sebelah kamar Anda dan mengotori ruangan kami dengan darah dan sisa-sisa medis; kami butuh perlindungan," ujar seorang resepsionis kepada tamu tersebut, sebagaimana dikutip dalam sebuah unggahan di platform X.
Beberapa pasien yang sedang dalam masa pemulihan pun mulai banyak bercerita jika tiba-tiba dimintai dana jaminan tambahan.
Pada bulan Januari, seorang tamu di Candlewood Suites Miami Lakes mengaku diminta membayar tambahan USD 500 setelah pihak hotel mengetahui bahwa ia sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi. Padahal ia sudah membayar dana jaminan standar sebesar USD 100.
Ia juga menyebutkan bahwa layanan kebersihan kamar tidak diberikan, meskipun staf telah memastikan bahwa seprai miliknya bersih dari noda darah.
Sementara itu, pada bulan Juli, seorang tamu Airbnb di Miami melaporkan bahwa pemilik penginapan meminta dana jaminan tambahan sebesar USD 100 untuk mengantisipasi kemungkinan adanya noda darah pada seprai. Bahkan host mengancam akan membatalkan reservasi jika ia menolak.
Padahal, iklan penginapan tersebut justru menonjolkan lokasinya yang dekat dengan belasan klinik bedah plastik. Mereka bahkan juga menawarkan layanan transportasi dengan kursi yang bisa direbahkan khusus untuk pasien pascaoperasi.
Kini, dalam keterangan propertinya, penginapan tersebut secara eksplisit mewajibkan dana jaminan sebesar $100 (yang dapat dikembalikan) bagi tamu yang sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi.
Namun tidak semua hotel menerapkan biaya tambahan ini. Ada yang berjelas-jelas dari awal menerapkan aturan yang harus dipatuhi para tamu.
Kompose Boutique Hotel Miami Airport misalnya, yang menerapkan 'Kebijakan Pemulihan Medis' (Medical Recovery Policy) yang melarang aktivitas pemulihan pascaoperasi dan pembuangan limbah medis di dalam kamar tamu. Selain itu, tamu juga dilarang memperlihatkan perban, selang drainase, atau pakaian khusus pascaoperasi di area umum.
Berdasarkan ketentuan yang diterbitkan, pelanggar dapat dikenakan biaya tambahan untuk pembersihan atau penanganan limbah medis berbahaya.
Namun, masalah ini tidak hanya terjadi di Miami saja. Di Beverly Hills, yang merupakan pusat bedah kosmetik lainnya, perusahaan layanan perawatan pascaoperasi mewah menyediakan akomodasi hotel yang dilengkapi dengan perawat pribadi, peralatan pemulihan, serta pendampingan selama 24 jam penuh.
Tom Bugansky, pendiri Prestige Surgical Aftercare, perusahaan yang beroperasi di hotel mewah SLS Hotel di Rodeo Drive dari tahun 2021 hingga 2023-mengungkapkan bahwa ia telah menyaksikan sendiri kondisi berantakan yang kerap ditinggalkan oleh pasien pascaoperasi.
Ia menceritakan sebuah kejadian di mana staf kebersihan hotel menunjukkan foto kamar yang digunakan oleh dua pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah prosedur sedot lemak dan pembentukan tubuh. Kamar tersebut dipenuhi dengan seprai, bantal, selimut, dan handuk yang basah kuyup oleh darah serta cairan sisa operasi.
Hotelnya pun menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti melapisi kasur dan bantal dengan alas pelindung yang mampu menyerap cairan, serta menyediakan seprai sendiri.
Bugansky memahami alasan pihak hotel berupaya melindungi diri mereka dari kerugian finansial. Pihak hotel pun tidak bisa menggunakan perlengkapan sembarangan, karena mereka menggunakan seprai berkualitas tinggi.
"Jika seseorang memesan kamar seharga USD 200 atau USD 300, lalu mengotori tempat itu dengan darah, pihak hotel lah yang harus menanggung kerugiannya," ujarnya.


























































