Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat ada 98 ribu orang menganggur per Agustus 2026 di NTB. Angka pengangguran berdasarkan angkatan kerja ini mengalami peningkatan 0,39 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Kepala BPS NTB Wahyudin menjelaskan, dari total 3,24 juta orang, 3,15 juta orang bekerja, sedangkan 98 ribu orang lainnya masih menganggur. Jika dilihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut wilayah, persentase jumlah TPT didominasi oleh pengangguran dari perkotaan. Dari data BPS, persentase TPT sejak Agustus 2024-2026 di perkotaan selalu lebih tinggi, jika dibandingkan dengan pengangguran dari pedesaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Agustus 2024, persentase TPT di perkotaan sebesar 2,91 persen, sedangkan TPT di pedesaan 2,53 persen. Pada 2025, TPT di perkotaan sebesar 3,37 persen, dan sedangkan TPT di pedesaan sebesar 2,66 persen.
"Sementara TPT di Agustus 2026 di perkotaan 3,11 persen, sedangkan TPT di pedesaan 2,91 persen," kata Wahyudin, usai rilis di kantornya, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, jika dilihat dari TPT menurut jenis kelamin, persentase jumlah TPT laki-laki mendominasi pengangguran di Agustus 2026. Dari data BPS, persentase TPS sejak 2024-2026, TPT jenis kelamin laki-laki selalu lebih tinggi dibandingkan perempuan.
"Berdasarkan TPT jenis kelamin, ada 3,06 persen laki-laki dan 2,99 persen perempuan," jelasnya.
Wahyudin menuturkan rata-rata tingkat pengangguran terbuka tingkat pendidikan per Agustus 2026 di NTB, tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi yang paling tinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yakni sebesar 4,81 persen.
Disusul tamatan SMA 4,73 persen, tamatan SMP (3,15 persen), tamatan Diploma dan Universitas (3,06 persen), dan yang terendah adalah mereka dengan tamatan SD ke bawah sebesar 1,52 persen.
"TPT terendah sebear 1,52 persen terdapat pada penduduk berpendidikan SD ke bawah. Sementara TPT tertinggi besar 4,81 persen pada jenjang pendidikan SMK," terangnya.
Di sisi lain, Wahyudin merincikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) berdasarkan kabupaten/kota di NTB pada Agustus 2026 antara lain, Kota Mataram 4,98 persen. Disusul Kota Bima (3,3 persen), Kabupaten Sumbawa Barat (3,84 persen), Lombok Tengah (3,18 persen), Lombok Barat (2,93 persen), Lombok Timur (2,85 persen), Kabupaten Sumbawa (2,74 persen), Dompu (2,58 persen), Lombok Utara (2,48 persen), dan Kabupaten Bima (2,10 persen).
"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi tercatat di Kota Mataram sebesar 4,98 persen. Sementara TPT terendah di Kabupaten Bima sebesar 2,10 persen," tandasnya.
(hsa/nor)

















































