Biasanya, gigi susu anak punya bentuk yang berbeda-beda sesuai tugasnya: pipih di depan, runcing di sudut, dan lebar di belakang. Lalu bagaimana kalau semua gigi susu si kecil tampak runcing seperti taring?
Gigi yang runcing semua disebut gigi kerucut (conical teeth). Kondisi ini tidak umum, sehingga sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi anak. Meski begitu, orang tua tidak perlu langsung panik. Pemeriksaan yang tepat akan membantu mengetahui penyebabnya dan menyiapkan perawatan sejak dini.
Kapan Gigi Susu Berganti Jadi Gigi Permanen?
Anak memiliki 20 gigi susu. Menurut bagan tumbuh gigi dari American Dental Association (ADA), gigi susu pertama muncul sekitar usia 6 bulan dan umumnya sudah lengkap pada usia sekitar 2,5 sampai 3 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gigi susu mulai berganti gigi permanen sekitar usia 6 tahun, diawali gigi seri bawah dan geraham pertama. Taring permanen bawah biasanya muncul pada usia 9 sampai 10 tahun dan taring atas pada usia 11 sampai 12 tahun. Sebagian besar gigi permanen sudah lengkap pada usia 12 sampai 13 tahun, di luar gigi bungsu yang baru tumbuh sekitar usia 17 sampai 21 tahun. Jadwal ini bisa maju atau mundur beberapa bulan.
Apa Itu Gigi Kerucut?
Pada gigi normal, gigi seri berbentuk pipih, geraham berpermukaan lebar, dan taring yang runcing hanya ada 4 dari 20 gigi susu. Bila gigi depan dan geraham juga tampak runcing seperti kerucut atau pasak, itulah yang disebut gigi kerucut.
Gigi kerucut bisa muncul sendiri, tetapi bisa pula menjadi petunjuk adanya gangguan pertumbuhan gigi. Berdasarkan bab "Dental Anomalies" dalam buku terbitan Springer, diketahui bahwa gigi kerucut sering disertai gigi yang terlambat tumbuh atau jumlahnya kurang.
Penyebab gigi kerucut hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan dokter gigi anak, yang juga akan menanyakan riwayat keluarga dan kondisi anak secara menyeluruh.
Apakah Gigi Permanennya Juga Akan Kerucut?
Jawabannya tergantung penyebabnya. Dalam laporan dua kasus anak dengan kelainan gigi di jurnal Cureus (2025), pada salah satu anak gigi permanennya tidak lengkap dan gigi seri sampingnya berbentuk kerucut, tetapi geraham pertama permanennya tumbuh dengan bentuk normal. Artinya, kondisi tiap anak bisa berbeda dan tidak bisa ditebak hanya dari gigi susunya.
Untuk mengetahuinya, dokter gigi biasanya menganjurkan foto rontgen gigi. Pada laporan kasus yang sama, rontgen dipakai untuk melihat benih gigi permanen yang tidak terbentuk dan bentuk benih gigi yang kerucut. Kapan rontgen perlu dilakukan akan ditentukan oleh dokter gigi anak.
Bagaimana dengan Sariawan?
Sariawan sangat sering terjadi pada anak dan banyak yang tidak berhubungan dengan bentuk gigi. Penyebabnya bisa sariawan biasa yang kambuh, infeksi virus, kebiasaan menjilat atau menggigit bibir, atau kekurangan zat gizi seperti zat besi dan vitamin B12. Bisa juga ujung gigi yang runcing melukai bibir. Sampaikan kedua keluhan, gigi dan sariawan, saat berkonsultasi agar penanganannya tepat.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Ada beberapa hal yang bisa menjadi tanda anak perlu konsultasi ke dokter gigi anak (drg SpKGA) bila:
- gigi susu tampak runcing atau berbentuk kerucut, terutama jika hampir semuanya begitu,
- gigi tumbuh sangat terlambat atau jumlahnya terlihat jauh lebih sedikit,
- anak sering sariawan, sulit makan, atau bibirnya sering luka,
- ada riwayat keluarga dengan bentuk gigi serupa.
Perawatan di Rumah yang Bisa Dilakukan
Perawatan di rumah memang tidak mengubah bentuk gigi, tetapi menjaga gigi tetap sehat sambil menunggu pemeriksaan. Kondisi pada anak dengan kelainan bentuk atau jumlah gigi, pencegahan lewat pengaturan makan, kebersihan mulut, dan fluor menjadi dasar penanganan.
- Sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, dengan sikat berbulu lembut yang pas dengan mulut anak.
- Pakai pasta gigi berfluoride. Menurut anjuran ADA, untuk anak di bawah 3 tahun cukup seukuran olesan tipis (sebesar butir beras), sedangkan untuk usia 3 sampai 6 tahun sebesar biji jagung atau kacang polong kecil. Pasta tidak boleh tertelan, dan sebaiknya takaran disesuaikan dengan saran dokter gigi.
- Dampingi anak saat menyikat gigi sampai ia cukup terampil, jangan sampai terlalu keras dan melukai gusi anak.
- Batasi makanan dan minuman manis serta lengket, dan jangan biarkan anak tidur sambil mengisap botol susu atau minuman manis.
- Cukupi gizi seimbang, termasuk sumber zat besi, protein, buah, dan sayur.
- Saat sariawan muncul, berikan makanan lunak yang tidak terlalu asam, pedas, atau panas. Jangan memberi obat atau obat kumur tanpa saran dokter atau apoteker.
Gigi susu yang runcing semua tidak perlu membuat orang tua panik, tetapi sebaiknya juga tidak ditunda pemeriksaannya. Semakin dini diperiksa, semakin cepat dokter gigi anak bisa memastikan penyebabnya, memantau tumbuhnya gigi permanen, dan menyiapkan perawatan yang tepat untuk si kecil.
Sambil menunggu jadwal ke dokter, biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluoride, batasi makanan dan minuman manis, dan perhatikan sariawan yang muncul. Catat juga perkembangan gigi dan keluhan anak agar konsultasi nanti berjalan lebih lancar.
Simak Video "Video: Pemanis Pengganti Gula, Benarkah Lebih Sehat?"
Kfc2u Menyokong Sempurna Rasa Selesa Walaupun Kfc2u Berkualiti Pendidikan(nim/up)

























































