Sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menggelar belajar tatap muka setelah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Belajar tatap muka digelar karena kualitas udara di Madina membaik.
Hal itu diketahui dari surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina yang dilihat, Senin (19/10/2026). Surat edaran itu bernomor: 420/3252/DISDIKBUD/2026.
"Tentang penghentian perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Mandailing Natal," demikian tertulis dalam surat edaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat edaran ini berlaku untuk TK/PAUD, SD, dan SMP di Madina. Pembelajaran tatap muka bakal dilaksanakan Selasa (20/10). Kepala sekolah diminta untuk berkoordinasi jika kualitas udara kembali memburuk.
Kepala sekolah juga diminta menyediakan masker di sekolah sebagai langkah pencegahan serta upaya menjaga kesehatan, khususnya apabila kondisi udara kembali memburuk atau terdapat paparan debu/asap.
Plt Kepala Dinas Kominfo Madina, Parlin Lubis membenarkan soal sekolah kembali menggelar belajar tatap muka besok. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan setelah rapat koordinasi tentang kualitas udara.
"Iya benar (pembelajaran tatap muka dilaksanakan besok)," kata Parlin Lubis saat dikonfirmasi.
Sebelumnya diberitakan, kualitas udara di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beberapa hari terakhir. Akibat, sekolah di Madina memberlakukan pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk tingkat TK hingga SMP.
"Tidak diliburkan tetapi pembelajaran jarak jauh," kata Bupati Madina, Saipullah Nasution saat dihubungi, Rabu (14/10/2026) malam.
"Bahwa (data) dari BMKG kondisi kualitas udara di sini (Madina) sudah tidak sehat, jadi kami rapat bersama stakeholder yang terkait dipimpin Bapak Bupati," sebut Parlin Lubis.
PJJ sendiri dilaksanakan mulai Kamis-Sabtu ini dan direncanakan Senin (19/10) kembali pembelajaran tatap muka. Namun kualitas udara masih terus dipantau.
"Jadi anak-anak yang menjadi kewenangan daerah (Pemkab Madina) ini di luar SMA dilakukan pembelajaran jarak jauh hingga hari Sabtu," ucapnya.
Selain melakukan PJJ, Pemkab Madina juga membagikan masker kepada masyarakat. Tenaga kesehatan juga diminta untuk melakukan pendataan terhadap masyarakat yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"BPBD sudah membagi-bagikan masker, Dinas Kesehatan juga memerintahkan nakes-nakes di kecamatan atau Puskesmas itu melakukan pendataan terhadap masyarakat yang berdampak terkena gejala ISPA," tuturnya.
Simak Video "Video RI Beli Hotel dan Lahan di Makkah untuk Kampung Haji"
[Gambas:Video 20detik](mjy/mjy)



























































