Serangan siber yang menargetkan sistem pendingin meluas ke fasilitas medis vital. Lembaga donor darah nasional Prancis (Établissement Français du Sang / EFS) mengonfirmasi bahwa peretas berhasil mengakses sistem kontrol dan menaikkan suhu di tiga fasilitas penyimpanan produk darah utama hingga tingkat yang sangat tinggi.
Beruntung, sistem alarm darurat EFS berfungsi dengan cepat, sehingga para teknisi berhasil memindahkan stok produk darah sebelum mengalami kerusakan total.
EFS merupakan operator resmi transfusi darah di Prancis yang mengelola pengumpulan, pengujian, hingga distribusi darah, plasma, dan trombosit ke lebih dari 1.900 rumah sakit di seluruh negeri, melayani lebih dari satu juta pasien setiap tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara EFS, Charley Dubois, memastikan bahwa insiden ini sama sekali tidak berdampak pada pasokan darah nasional.
"Kami memiliki staf yang bertugas 24 jam penuh karena kebutuhan darah bisa terjadi kapan saja. Begitu alarm berbunyi memberi tahu adanya gangguan suhu, petugas langsung memindahkan stok darah ke lemari pendingin lain yang tidak terhubung ke jaringan terdampak," jelas Dubois dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2026).
Kementerian Kesehatan Prancis mengonfirmasi bahwa situasi telah sepenuhnya terkendali. Akses kendali jarak jauh (remote access) pada lemari pendingin yang terdampak juga telah dimatikan demi keamanan.
Eskalasi Serangan Siber Pendingin di Seluruh Eropa
Serangan terhadap fasilitas darah EFS terjadi bersamaan dengan gelombang retasan pada lemari pendingin supermarket di hampir belasan negara Eropa. Dalam aksi tersebut, suhu freezer supermarket sengaja dinaikkan hingga 50°C yang mengakibatkan kerusakan bahan makanan senilai jutaan euro.
Di beberapa fasilitas medis, peretas bahkan memanipulasi pengatur suhu hingga tingkat ekstrem untuk merusak persediaan plasma darah beku.
Sebelumnya, insiden serupa juga dilaporkan melanda ratusan unit supermarket di Prancis dan Belgia, dengan gangguan pada sistem pendingin memicu kerusakan stok hingga risiko kebakaran akibat beban teknis berlebih pada mesin pendingin.
(kna/kna)

























































