Toyota masih menjadi merek otomotif paling bernilai di dunia. Dalam laporan Best Global Brands 2026 yang dirilis Interbrand, pabrikan asal Jepang itu kembali menempati posisi pertama kategori otomotif dan kesembilan secara keseluruhan.
Menariknya, tak ada merek China yang berhasil menembus 10 besar otomotif dunia. BYD menjadi merek China dengan posisi tertinggi, yakni di urutan ke-12 kategori otomotif atau peringkat ke-89 secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laporan Interbrand, Sabtu (7/11), Toyota menjadi satu-satunya merek otomotif yang berhasil masuk 10 besar dari seluruh kategori. Posisinya berada di bawah Apple, Microsoft, Google, Amazon, Samsung, Nvidia, Instagram, dan Coca-Cola.
Logo Toyota Foto: Paige Taylor White/Bloomberg |
Dominasi Toyota bukan hal baru. Terakhir kali Toyota gagal menjadi merek otomotif paling bernilai di dunia terjadi pada 2003. Kala itu, Mercedes-Benz berada di posisi teratas.
Dalam daftar tahun ini, Mercedes-Benz menempati posisi kedua kategori otomotif, disusul BMW di urutan ketiga. Berikut daftar 10 merek otomotif paling bernilai di dunia versi Interbrand 2026:
1. Toyota - Peringkat ke-9 dunia
2. Mercedes-Benz - Peringkat ke-20 dunia
3. BMW - Peringkat ke-22 dunia
4. Hyundai - Peringkat ke-29 dunia
5. Honda - Peringkat ke-45 dunia
6. Tesla - Peringkat ke-50 dunia
7. Ferrari - Peringkat ke-51 dunia
8. Audi - Peringkat ke-65 dunia
9. Porsche - Peringkat ke-66 dunia
10. Volkswagen - Peringkat ke-71 dunia
Ferrari menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan nilai terbesar tahun ini. Nilai mereknya meningkat 14,7 persen menjadi US$ 17,7 miliar atau Rp 320 triliunan.
Selain Ferrari, hanya Hyundai, Kia, dan BYD yang mencatatkan kenaikan nilai merek. Masing-masing tumbuh 1,6 persen, 2,7 persen, dan 4,5 persen. Artinya, sebagian besar merek otomotif justru mengalami penurunan nilai pada tahun ini.
Di luar 10 besar, Kia berada di posisi ke-11 atau peringkat ke-87 dunia. BYD menyusul di posisi ke-12 (peringkat ke-89 dunia), sekaligus menjadi merek China dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut. Nissan melengkapi daftar 13 merek otomotif yang masuk 100 besar dengan menempati posisi ke-13 atau peringkat ke-100 dunia.
Interbrand menilai kekuatan merek berdasarkan sejumlah faktor, mulai dari kinerja keuangan, pengaruh merek terhadap keputusan pembelian konsumen, daya saing, hingga pengelolaan pengalaman pelanggan.
Metodologi penilaian tersebut juga telah mengantongi sertifikasi ISO 10668, standar internasional untuk pengukuran nilai sebuah merek.























































