Pengamat MotoGP Carlo Pernat menilai padatnya jadwal balapan, termasuk sesi Sprint, bisa merusak kejuaraan dunia. Menurutnya, banyaknya rider yang cedera dan absen membuat penonton kehilangan kesempatan menyaksikan persaingan para pebalap papan atas.
Pernat menyampaikan kritik tersebut di podcast Fast by Prosecco. Dia menyoroti dampak kecelakaan dalam Sprint, termasuk yang dialami Jorge Martin di mana Martin juga mengalami patah pergelangan tangan.
"Dia mengalami patah pergelangan tangan. Itu bukan hal bagus. Jadwal balapan sangat berdekatan. Seperti yang kami katakan sebelumnya, 44 balapan antara Grand Prix, serta Sprint, dengan tiga akhir pekan beruntun, adalah kehancuran bagi kejuaraan dunia MotoGP," kata Pernat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pernat, kecelakaan dalam Sprint berisiko bikin pebalap tidak bisa mengikuti balapan utama pada Minggu. Dia menilai kondisi tersebut mulai terlihat dari sejumlah nama yang harus absen akibat cedera.
"Jika pebalap jatuh di Sprint, maka dia tidak akan balapan pada Minggu. Dan itu terjadi. Kita lihat ada lima rider ternama yang tidak akan balapan pada Minggu berikutnya. Tentu ini gila! Dan jelas ini juga disebabkan oleh Sprint," serunya.
Pernat kemudian menyebut Toprak Razgatlioglu, Martin, Alex Rins, Joan Mir, dan Fermin Aldeguer sebagai rider yang mengalami masalah sehingga tidak bisa tampil sesuai jadwal. Menurutnya, absennya nama-nama tersebut mengurangi daya tarik balapan bagi penonton.
"Siapa pun yang datang menonton Grand Prix pada Minggu kehilangan pebalap-pebalap bagus," ucapnya.
Pernat juga kembali memperingatkan bahwa MotoGP sedang menuju masalah serius jika kondisi tersebut terus berlanjut.
"Saya selalu mengatakan bahwa MotoGP sedang melaju kencang menabrak tembok, dan saya mengatakannya lagi hari ini, setelah apa yang terjadi dan apa yang kami lihat," tukasnya.






















































