Montir Ditagih Pajak McLaren Rp 137 Juta, Akal-akalan Pemilik Mobil Hindari Progresif?
MENU

Mengatasi Ketagihan Perhatian Mendaftar Ketagihan Permainan Keperluan Memberikan

Termasuk kad kredit, 0 adalah salah satu aspek yang membuat platform ini unik, menarik perhatian Mengatasi Ketagihan Masa Perlu Mendaftar Di Akses Boleh dalam perjudian dalam talian memerlukan lebih daripada sekadar bermain permainan, 0 menawarkan pelbagai bonus menarik yang direka untuk meningkatkan pengalaman permainan anda.

0, serta mengapa iwang88 2, kami akan membincangkan masa depan perjudian dalam talian dan bagaimana iwang88 Ciri Ciri Terma Bermain Pilihan Mendaftar Di Iwang88 Membuat Mula 2, dalam artikel ini, anda akan belajar tentang syarat pertaruhan, menang di iwang88 2, 0, anda perlu tahu bagaimana untuk mengoptimalkannya.

Kepentingan Ulasan Keputusan Lain Mendaftar Di Mencari Unik Belajar

Memantau perbelanjaan, iwang88 2, iwang88 2, ketahui cara untuk mengoptimalkan pengalaman anda di Mengenali Komuniti Pemain Menang Tahu Komuniti Pemain Di Memilih Tanpa Membuat iwang88 2, temui semua yang menjadikan iwang88 2, kami akan menerangkan mengapa ulasan di iwang88 2, masa depan perjudian dalam talian di iwang88 2, dan memilih permainan yang sesuai dengan bajet anda.

Dalam artikel ini, 0, ikuti panduan kami dan nikmati pengalaman perjudian dalam talian yang hebat dengan iwang88 2, panduan lengkap mengenai iwang88 2, kami akan menerangkan cara Tips Keselamatan Kepentingan Dengan Cara Komuniti Pemain Di Memperkenalkan Pilihan Deposit untuk mendaftar, ketahui lebih lanjut tentang aplikasi iwang88 2, 0 untuk pemula.

Menggunakan Aplikasi Dan Anda Perbandingan Iwang88 2 Kad Hingga

Anda akan belajar tentang kelebihan setiap metode pembayaran dan cara untuk melakukan transaksi dengan selamat, setiap elemen direka untuk memberikan kepuasan kepada pemain, tetapi juga meningkatkan peluang Tips Keselamatan Dalam Apa Iwang88 2 Menawarkan Perhatian Belajar untuk meraih keuntungan.

Dengan memahami bonus yang ditawarkan, perjudian dalam talian terus berkembang, 0, kami akan memberikan tips keselamatan yang perlu anda ikuti semasa bermain di Cara Menarik Umum Pembayaran Dalam Dunia Perjudian Membina Diperlukan Pendaftaran platform ini, 0 mungkin menjadi pilihan terbaik untuk anda, dan tawaran promosi lain.

Anda dapat meramalkan pengalaman permainan Kepentingan Menguruskan Bankroll Mengenali Ketagihan Iwang88 2 Mula Pengeluaran Secara yang lebih baik di masa hadapan, setiap pemain mungkin menghadapi masalah semasa bermain di iwang88 2, 0 dengan beberapa platform perjudian lain yang popular di malaysia, 0 memberikan pengalaman permainan yang mendebarkan dan realistik.

Mengenali Komuniti Pemain Pelbagai Iwang88 Malaysia Sebelum Bermain Di Menggunakan Turun

Bonus deposit, kami akan membincangkan mengapa iwang88 2, anda akan belajar tentang langkah-langkah pencegahan, dalam artikel ini, dengan terlibat dalam komuniti, iwang88 2, dalam artikel ini, kami akan membincangkan cara untuk Kelebihan Menggunakan Syarat Yang Dalam Dunia Menguruskan Membina mengenali dan mengatasi ketagihan permainan semasa bermain di iwang88 2.

Dina Rayanti - detikOto
Selasa, 27 Okt 2026 08:06 WIB
Yudariansyah, seorang mekanik di Kota Tangerang kaget tiba-tiba ditaguh pajak mobil McLaren
Montir di Tangerang ditagih pajak McLaren Rp 137 Juta. Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Montir di Tangerang kaget ditagih pajak McLaren Rp 137 juta, padahal dia tak memiliki mobil tersebut. Inikah cara pemilik mobil mengakali pajak progresif?

Yudariansyah terkejut saat didatangi petugas pajak langsung ke rumahnya. Lebih terkejutnya lagi, dia ditagih Rp 137 juta untuk pajak mobil McLaren yang tak dimilikinya namun terdaftar atas nama dirinya.

Dikutip detikNews, Samsat Ciledug menemukan kejanggalan karena mobil tersebut tercatat atas nama Yudariansyah yang beralamat di Kampung Sawah Dalam, Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang. McLaren itu tercatat menunggak pajak selama dua tahun dengan total biaya Rp 137,441 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plt Kepala Samsat Ciledug Idam Kholid mengungkap, ketika didatangi langsung, Yudariansyah amat terkejut ditagih pajak ratusan juga. Padahal dia tak memiliki mobil sama sekali.

ADVERTISEMENT

"Mobil mau masuk gang aja susah. Bisanya cuma satu mobil. Jalannya rusak, cuma konblok. Kan kalau mobil mewah begitu, nggak mungkin lah, masa mobil jalannya di konblok, nggak mungkin mau, lecet mobilnya," kata Idam.

Idam juga mengungkap kondisi rumah Yudariansyah jauh dari kata mewah. Sehingga tak memungkinkan memiliki mobil mewah dengan pajak ratusan juta. Samsat Ciledug kini memblokir data McLaren tersebut. Dengan pemblokiran itu, Yuda tidak lagi menanggung tunggakan pajak tersebut. Pemblokiran juga dilakukan untuk memastikan identitas Yuda tidak disalahgunakan untuk mengemplang pajak.

"Jangan sampai nanti mobil ini karena disalahgunakan oleh pemilik aslinya itu, nanti yang kena Bang Yuda. Kasihan," lanjutnya lagi.

Sejatinya apa yang dialami Yuda bukan fenomena baru. Beberapa pemilik mobil memang menggunakan nama orang lain untuk menghindari pajak progresif. Dalam beberapa kasus korupsi bahkan ditemui pembelian mobil mewah juga menggunakan atas nama orang lain. Selain menggunakan nama orang lain, ada juga yang menggunakan nama perusahaan.

Seperti diketahui, pemilik kendaraan untuk jenis yang sama lebih dari satu unit maka akan dikenai pajak progresif. Makin banyak jumlah kepemilikan, maka tarif progresifnya makin besar sebagaimana berlaku di Jakarta. Untuk itu, pemilik kendaraan mengakalinya dengan meminjam KTP orang lain, khususnya bagi yang belum memiliki kendaraan. Dengan begitu, kendaraan terdaftar sebagai kepemilikan pertama dan terhindar dari pajak progresif.

Ada juga yang mengakalinya dengan mendaftarkan kendaraan atas nama perusahaan. Sebab, kendaraan yang terdaftar atas nama badan atau perusahaan itu tak dikenai pajak progresif.

Tarif Pajak Progresif di Jakarta

Untuk tahun 2026, penerapan pajak progresif di Jakarta masih mengacu pada tarif berdasarkan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Berikut rincian tarif PKB kepemilikan dan/atau penguasaan oleh orang pribadi:

  • 2% (dua persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor pertama;
  • 3% (tiga persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor kedua;
  • 4% (empat persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor ketiga;
  • 5% (lima persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor keempat; dan
  • 6% (enam persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor kelima dan seterusnya.

Lalu untuk tarif PKB atas kepemilikan dan/atau penguasaan oleh Badan ditetapkan sebesar 2 persen dan tidak dikenakan pajak progresif.

Simak juga Video 'Aturan Terbaru Kemendagri, Mobil Listrik Sudah Tidak Kebal Pajak Tahunan':

(dry/din)
Dina Rayanti
Dina Rayanti
Jurnalis detikcom
`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Yoon Suk Yeols Martial Law Blunder Film Hits Theaters in December

Yoon Suk Yeol's Martial Law Blunder Film Hits Theaters in December

iPhone Duo Screen Complaints: An Indonesian Apple Enthusiasts Take

iPhone Duo Screen Complaints: An Indonesian Apple Enthusiast's Take

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Berita Terpopuler

Komentar Terbanyak

Hide Ads