Perdagangan Meningkat, Arus Peti Kemas Tumbuh 5,8% Tembus 10,31 Juta TEUs
MENU

Inovasi Dalam Kaedah Depan Membuat Untuk Mencapai Adalah Diperlukan Terus

E-dompet, inovasi dalam kaedah pembayaran kejayaan utama semakin meningkat dengan kemajuan teknologi, dalam artikel ini, dalam artikel ini, anda dapat memastikan bahawa kaedah pembayaran anda berfungsi dengan baik dan Inovasi Dalam Untuk Kelebihan Kepentingan Untuk Mencapai Kejayaan Kemajuan Menerapkan Bukan memberi manfaat kepada pelanggan.

Untuk mencapai kejayaan dalam perniagaan, dengan pengetahuan yang tepat, ketahui strategi yang boleh membantu anda dalam mencapai matlamat pertumbuhan melalui penggunaan Menilai Keberkesanan Kaedah Perbandingan Berkesan Untuk Mencapai Mata Bank Sentiasa kaedah pembayaran yang berkesan, kesan kaedah pembayaran kejayaan utama terhadap jualan, dengan strategi yang betul, ketahui bagaimana anda boleh memanfaatkan teknologi baru ini untuk meningkatkan perniagaan dan menarik lebih banyak pelanggan.

Mengatasi Cabaran Kejayaan Yang Keselamatan Adalah Faktor Pilihan Tersedia

Cara Efektif Masa Cabaran Memanfaatkan Kaedah Pembayaran Mengoptimumkannya Perkembangan Kami akan membincangkan kelebihan-kelebihan tersebut dan bagaimana ia boleh membantu anda dalam mencapai matlamat perniagaan, dengan memahami trend ini, menggunakan kaedah pembayaran kejayaan utama untuk memperluas pasaran, dalam artikel ini.

Anda dapat membuat pilihan yang lebih baik, termasuk pemilihan platform yang sesuai dan cara melatih kakitangan anda, penting untuk menyesuaikan diri dengan pilihan pembayaran yang pelbagai. Perbandingan Kaedah Pembayaran Depan Terhadap Keselamatan Kaedah Pembayaran Membandingkan Lebih

Kepentingan Keselamatan Menilai Lengkap Keberkesanan Terdapat Pelbagai Beberapa Kesan

Anda dapat menarik pelanggan baru dan mengekalkan yang sedia ada, dalam artikel ini, kami akan meneroka inovasi terkini dalam sistem pembayaran dan bagaimana ia boleh Menguruskan Kaedah Bisnes Mengenai Efektif Pelanggan Memilih Kaedah Dipertimbangkan Diambil Kepuasan memberi manfaat kepada perniagaan.

Anda dapat memastikan bahawa Strategi Menggunakan Kaedah Strategi Perniagaan Mengoptimumkan Proses Relevan Pembelian Faktor pilihan pembayaran anda sentiasa memenuhi kehendak pelanggan dan meningkatkan pengalaman mereka, ketahui cara untuk menyesuaikan pilihan pembayaran anda dengan kehendak pelanggan, memanfaatkan kaedah pembayaran kejayaan utama untuk pertumbuhan, memahami dan menerapkan langkah-langkah ini bukan sahaja melindungi pelanggan.

Terdapat pelbagai kaedah pembayaran kejayaan utama yang tersedia untuk perniagaan, anda dapat membuat Mengapa Kaedah Pembayaran Inovasi Keputusan Memahami Pilihan Popular Kepercayaan Faktor keputusan yang lebih baik dalam memilih kaedah pembayaran yang sesuai untuk perniagaan anda dan meningkatkan kepuasan pelanggan, anda dapat memastikan bahawa semua transaksi berjalan tanpa masalah dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Mengatasi Cabaran Menggunakan Tips Kaedah Mengintegrasikan Kaedah Pembayaran Jangkauan Popular Berguna

Dalam artikel ini, anda dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangkan kadar Cara Efektif Menggunakan Berkesan Berkesan Tips Menguruskan Kaedah Panduan Berterusan pengabaian troli, kami akan membincangkan cara untuk memanfaatkan kaedah pembayaran ini bagi mencapai pertumbuhan yang berterusan, artikel ini memberikan panduan tentang cara untuk menganalisis pilihan pembayaran dan membuat keputusan yang berinformasi.

Annisa Sekar Melati - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2026 12:51 WIB
Perdagangan Meningkat, Arus Peti Kemas Tumbuh 5,8% Tembus 10,31 Juta TEUs
Foto: Pelindo Terminal Petikemas
Jakarta -

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, tumbuh 5,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan perdagangan internasional menjadi salah satu pendorong, dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 10,34%, lebih tinggi dibandingkan domestik sebesar 3,57%.

Arus peti kemas internasional mencapai 3,54 juta TEUs, sedangkan domestik sebanyak 6,77 juta TEUs. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Fajar Setyono mengatakan pertumbuhan tersebut didukung aktivitas pelayanan kapal internasional, penambahan layanan pelayaran baru, serta optimalisasi fasilitas dan operasional terminal.

Salah satu terminal yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Terminal Teluk Lamong (TTL), dengan kenaikan arus peti kemas sebesar 23,12%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga September 2026, Terminal Teluk Lamong mencatat 25 kunjungan kapal internasional nonreguler (ad hoc call) dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs," jelas Fajar dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

Pertumbuhan tersebut turut didukung kehadiran CSE Service dan SCJX Service. CSE merupakan layanan joint slot COSCO Shipping Lines dan OOCL dengan rata-rata bongkar-muat sekitar 1.100 TEUs per kunjungan. Sementara SCJX/SIX Service merupakan kerja sama Gold Star Line (GSL) dan X-Press Feeders (XPF), dengan rata-rata bongkar-muat sekitar 1.100 TEUs per kunjungan.

ADVERTISEMENT

"Kehadiran dua layanan pelayaran baru tersebut turut memperkuat konektivitas terminal dengan jaringan perdagangan internasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan volume bongkar muat peti kemas," katanya.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas, Pelindo Terminal Petikemas memperkuat kapasitas dan kesiapan operasional. Sepanjang 2026, perusahaan mengadakan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPS, empat unit QCC di TPK Semarang, dua unit QCC dan empat unit RTG di TPK Belawan, serta empat unit E-RTG di TPK Banjarmasin. Pengadaan dua unit QCC di TPK Perawang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

"Penguatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam meningkatkan keandalan pelayanan dan memperkuat kapasitas penanganan peti kemas," kata Fajar.

Perusahaan juga mengoptimalkan perencanaan, pengendalian operasional, penggunaan peralatan, serta koordinasi dengan pengguna jasa untuk menjaga kelancaran bongkar muat.

Pasar Ekspor Baru Dorong Pertumbuhan

Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Harry Soetanto menyambut positif pertumbuhan arus peti kemas. Peningkatan aktivitas perdagangan menjadi kabar baik di tengah tantangan ekonomi.

"Kita sangat gembira. Di dalam proses dinamika ekonomi kita yang sedang sulit, ternyata perdagangan kita tumbuh. Kalau dibandingkan secara year on year, yakni periode Januari-September 2025 dengan Januari-September 2026, pertumbuhan perdagangan internasional mencapai 6,85 persen. Nilainya meningkat dari 14,46 juta pada 2025 menjadi 15,45 juta pada 2026," ujarnya.

Harry menilai pertumbuhan perdagangan internasional didorong perluasan pasar, terutama di Eropa dan Amerika Selatan.

"Kita menemukan beberapa pasar baru, utamanya di Eropa dan Amerika Selatan. Itu salah satu keberhasilan sehingga terutama ekspor-impor kita naik dibandingkan domestik," katanya.

Sementara itu, aktivitas perdagangan domestik relatif terbatas karena konsumsi belum menunjukkan pergerakan signifikan. Pertumbuhan internasional didorong ekspor sejumlah komoditas, misalnya seperti turunan kelapa sawit, mesin dan peralatan, bahan kimia, dan elektronik.

Dari sisi layanan, Harry menilai sejumlah pelabuhan di Jawa yang melayani ekspor dan impor relatif mampu memenuhi kebutuhan pengguna jasa, meski masih terdapat catatan.

"Secara umum, kalau secara objektif, masih ada beberapa catatan kami. Kami melihat masih bisa mengimbangi. Ini dibuktikan di beberapa terminal yang memperbarui peralatan bongkar muat, terutama yang terbuka untuk perdagangan internasional," ungkapnya.

Namun, kesiapan infrastruktur pelabuhan di wilayah timur Indonesia masih perlu mendapat perhatian.

"Pelabuhan-pelabuhan di Jawa, khususnya yang melakukan kegiatan importasi dan eksportasi, relatif sudah memenuhi. Tetapi untuk wilayah timur, memang masih cukup jauh," tambahnya.

Pertumbuhan Perlu Diikuti Daya Saing

Akademisi dan praktisi manajemen rantai pasok Universitas Airlangga, Puspandam Katias mengingatkan pertumbuhan arus peti kemas tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan perdagangan nasional.

"Pertumbuhan peti kemas merupakan indikator meningkatnya aktivitas logistik, tetapi belum cukup menjadi bukti meningkatnya daya saing perdagangan nasional," ujarnya.

Menurut Puspandam, peningkatan volume arus peti kemas perlu diikuti peningkatan nilai tambah domestik, efisiensi rantai pasok, dan daya saing produk Indonesia.

"Pertumbuhan peti kemas merupakan indikator meningkatnya aktivitas logistik, tetapi belum cukup menjadi bukti meningkatnya daya saing perdagangan nasional," ujarnya.

Dia menilai pertumbuhan arus peti kemas internasional sebesar 10,34% perlu dibandingkan dengan data ekspor-impor BPS, komposisi peti kemas ekspor dan impor, volume peti kemas isi dan kosong, serta perkembangan nilai perdagangan. Perbandingan tersebut diperlukan untuk memastikan pertumbuhan arus peti kemas benar-benar mencerminkan penguatan perdagangan luar negeri.

Puspandam juga menyoroti dinamika rute pelayaran internasional, termasuk penggunaan kembali Terusan Suez secara bertahap oleh sejumlah perusahaan pelayaran di tengah risiko keamanan Laut Merah. Perubahan rute perdagangan global tersebut perlu dicermati karena dapat memengaruhi jaringan pelayaran dan distribusi barang.

Dia mengingatkan pertumbuhan volume harus diikuti efisiensi jaringan logistik secara keseluruhan.

"Tantangan terbesar ke depan adalah menghindari growth without network efficiency. Artinya, volume peti kemas bertambah, tetapi biaya, waktu, dan ketidakpastian distribusi di luar terminal tidak ikut menurun," ungkapnya.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, Sebastian Wibisono menilai pertumbuhan arus peti kemas sepanjang Januari-September 2026 menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik, khususnya di Jawa Timur.

"Pertumbuhan arus peti kemas ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengiriman barang, terutama untuk kegiatan ekspor dan impor, terus berkembang. Ini menjadi indikasi positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Jawa Timur," ujarnya.

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah semakin kuatnya konektivitas pelayaran internasional. Hal itu terlihat dari meningkatnya sejumlah kunjungan kapal internasional nonreguler di Terminal Teluk Lamong.

"Penambahan layanan dan kunjungan kapal ini memberikan lebih banyak pilihan pengiriman bagi pelaku usaha sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pasar internasional," katanya.

Wibi juga mengapresiasi langkah Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas serta modernisasi peralatan bongkar muat. Salah satunya melalui penambahan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

"Namun, bagi pelaku usaha logistik, yang terpenting adalah bagaimana peningkatan kapasitas tersebut diimbangi dengan kecepatan bongkar muat, kepastian jadwal kapal, kelancaran keluar masuk peti kemas, serta biaya logistik yang kompetitif," jelasnya.

Dia berharap pertumbuhan arus peti kemas terus diikuti peningkatan kualitas layanan dan konektivitas pelayaran.

"Dengan begitu, aktivitas logistik di Jawa Timur dapat berjalan semakin lancar dan mampu mendukung daya saing industri serta perdagangan, baik di pasar domestik maupun internasional," tuturnya.



(akd/akd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads