Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada 2-3 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat.
Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca BMKG, Senin (2/11/2026), status waspada hujan sedang hingga lebat berlaku di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Potensi hujan dengan intensitas serupa juga diprakirakan terjadi di Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain hujan lebat, BMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Papua Pegunungan.
Sementara itu, pada Selasa (3/11), potensi hujan sedang hingga sangat lebat berstatus waspada diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat. Adapun peringatan dini angin kencang berlaku untuk wilayah Banten.
Daftar Wilayah Berstatus Siaga Hujan Lebat 3 November
BMKG juga menetapkan status siaga untuk sejumlah kabupaten dan kota yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada 3 November 2026.
Berikut wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan:
1. Aceh
- Aceh Selatan
2. Sumatera Utara
- Humbang Hasundutan
- Sibolga
- Langkat
- Mandailing Natal
- Pakpak Bharat
- Tapanuli Selatan
- Tapanuli Utara
- Tapanuli Tengah
3. Jawa Barat
- Kabupaten dan kota di Tasikmalaya
BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor
BMKG mengingatkan masyarakat mengenai potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan sedang hingga lebat. Pada level waspada, dampak yang mungkin terjadi meliputi genangan, luapan air sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Sementara itu, pada level siaga, masyarakat perlu mengantisipasi dampak yang lebih serius, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Bencana tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, layanan publik, hingga merusak infrastruktur.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun ketika melintasi daerah rawan banjir dan longsor.

























































