GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura, resmi dipersunting Bos PO Rosalia Indah, KPH FX Adimas Rosdian di gereja berusia lebih dari satu abad.
Kakak KGPAA Mangkunegara X, Gusti Sura melangsungkan sakramen perkawinan di Gereja Santo Antonius Padua Purbayan, yang merupakan gereja Katolik pertama, sekaligus tertua di Solo.
Gereja tersebut sudah berusia lebih dari satu abad. Berdasarkan keterangan di situs Paroki Purbayan, pembangunan gedung gereja diprakarsai Romo Cornelius Stiphout SJ dari Ambarawa pada 29 Oktober 1905.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gereja Purbayan berdiri pada November 1916 dengan mengambil Santo Antonius dari Padua sebagai pelindung gereja. Kepala Paroki Purbayan, Romo Walterus Teguh Santosa SJ, mengatakan gereja yang tepat berada di samping Balai Kota Solo itu pada 14 November 2026 akan berulang tahun ke-110.
Namun, ia mengungkapkan jauh sebelum tanggal itu, Gereja Purbayan sudah tegak berdiri di kota Solo.
"Jadi, kalau yang lebih terkenal itu kan mengenai awal mula bangunannya, gedung-gedung gerejanya itu diberkati 14 November 1916. Itu nanti tahun, eh ini bulan, minggu depan ulang tahun ke-110 itu. Tetapi gereja itu kan dibangun karena sudah ada jemaat, begitu ya," kata Romo Teguh ditemui di Gereja Purbayan, Jumat (6/11/2026).
Romo Teguh menceritakan, cikal bakal umat Katolik di Solo sudah tercatat sejak awal abad ke-19. Peristiwa penting yang menandai tonggak sejarah tersebut adalah baptisan pertama anak dari keluarga Katolik asal Austria di Solo pada 14 November 1812 atas nama Ana Catharina Weijsens.
"Jadi kalau dalam konteks Katolik itu yang namanya gereja itu kan bisa dalam bentuk bangunan, tetapi gereja sebagai namanya umat Allah itu ya. Sebagai orang Katolik itu sudah dari 1812 itu sudah ada keluarga Katolik di Surakarta," ungkapnya.
Gereja Santo Antonius Purbayan, Solo Foto: Bennylin/Wikimedia Commons/CC BY-SA 3.0 |
"Nah, jemaat orang Katolik di Solo itu sudah ada, bahkan ada yang tanggal maka 14 November memperingati istimewa itu sebenarnya awal mula adalah baptisan pertama anak Solo dari keluarga Katolik, kemudian dibaptis di sini 14 November 1812, 1812. Iya (gereja tertua di Solo)," sambungnya.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah umat, kebutuhan akan tempat ibadah yang representatif semakin mendesak. Pada Oktober 1905, seorang pastor mulai ditugaskan di Solo untuk mempersiapkan pembangunan kompleks pastoran yang kemudian diberkati pada 22 Desember 1907.
Menurutnya, bangunan awal tersebut dulunya berfungsi ganda, meliputi kapel kecil berkapasitas sekitar 80 hingga 100 orang untuk tempat umat berdoa, serta tempat tinggal bagi rohaniawan.
"Ini tadi yang 1907. Ini kan ada dua pintu, satu pintu itu untuk kapel namanya, untuk tempat umat berdoa. Ini kapasitasnya sekitar 80 sampai 100 orang, muat itu," terangnya sambil menunjukkan dokumentasi foto masa lalu.
Setelah persiapan matang dan pembangunan yang berlangsung selama kurang lebih empat tahun, gereja tua tersebut akhirnya selesai dan diberkati secara resmi pada 14 November 1916 yang sebentar lagi akan memperingati HUT ke-110.
Romo Teguh menyebut kompleks gereja ini juga menjadi cikal bakal dibukanya karya-karya pendidikan yang masih eksis hingga saat ini. Menurut dia bangunan gereja dan pastoran ini sempat menghadapi sejumlah tantangan alam, termasuk peristiwa banjir besar pada tahun 1966 yang merendam wilayah Solo dan sempat berdampak pada struktur bangunan pastoran.
"Tahun 1966 itu terendam itu di pastoran itu ada sekian ini yang yang anu temboknya rapuh itu. Jadi sudah berulang kali direnovasi tetap rapuh itu karena rapuhnya rapuh struktur ya, bahkan sampai struktur," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, dalam sakramen perkawinan, FX Adimas Rosdian berjanji untuk setia dan mengabdikan diri kepada GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo dalam suka maupun duka.
"Saya, Fransiskus Xaverius Adimas Rosdian, memilih engkau, Ancillasura Marina Sudjiwo, menjadi istri saya. Saya berjanji untuk setia mengabdikan diri kepadamu dalam untung atau malang, pada waktu sehat atau sakit, saat suka atau duka. Saya mau mengasihi dan menghormati engkau sepanjang hidup saya, saya mau mengasihi dan menghormati engkau sepanjang hidup saya," ucap FX Adimas Rosdian dalam janji suci perkawinan, Jumat (6/11).
Janji suci itu juga diucapkan oleh Gusti Sura saat sakramen pernikahan. Gusti Sura mantap memilih Adimas sebagai suaminya dan berjanji untuk berada dalam suka dan duka.
"Saya, Ancillasura Marina Sudjiwo, memilih engkau, Fransiskus Xaverius Adimas Rosdian, menjadi suami saya. Saya berjanji untuk setia mengabdikan diri kepadamu dalam untung atau malang, pada waktu sehat atau sakit, saat suka atau duka. Saya mau mengasihi dan menghormati engkau sepanjang hidup saya," kata Gusti Sura.
--------
Artikel telah naik di detikJateng.




























































