Viral di media kisah Dona, perempuan di Karawang, Jawa Barat kena gagal ginjal kronis stadium 5 sejak usia 25 tahun. Kisat tersebut diungkapkan Dona yang kini berusia 28 tahun, lewat media sosialnya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat seputar kesehatan ginjal.
Lewat kontennya, ia juga mengingatkan orang-orang untuk tetap semangat dalam menjalani hidup yang ada.
Dona bercerita, dirinya pertama kali didiagnosis gagal ginjal kronis pada tahun 2024 akibat hipertensi. Pada saat itu ia mengalami sejumlah gejala, seperti mual dan muntah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan beberapa gejala yang muncul secara bertahap seperti mual muntah, diare berkepanjangan, dan juga gatal-gatal seluruh tubuh," cerita Dona kepada detikcom belum lama ini.
Dona menceritakan, dirinya tengah rutin melakukan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), salah satu jenis metode cuci darah (dialisis). Ia juga pernah menjalani cuci darah Hemodialisis (HD) di rumah sakit dengan jadwal dua kali seminggu, tiap Rabu dan Sabtu.
Saat ini ia menjalani prosedur CAPD bisa sampai 4 kali dalam sehari. Bedanya, CAPD bisa dilakukan di rumah, sementara HD perlu dilakukan di rumah sakit.
Perjalanan cuci darah yang panjang tentu tidaklah mudah. Dona menceritakan, ia berusaha untuk terus berpikiran positif.
Ia juga terus memastikan dirinya menjalani cuci darah secara rutin sesuai dengan anjuran dokter. Dona mengatakan akan berusaha terus 'menikmati' tiap detik waktu yang sudah diberikan oleh Tuhan.
"Tentunya dibarengi makan enak, ngobrol bareng sahabat, dan juga support dari keluarga dan orang terdekat," katanya.
"Meski kadang terasa berat tapi aku selalu yakin rencana Allah yang terhebat," tandas Dona.

























































