Setoran Pajak Ekonomi Digital RI Tembus Rp 58,75 T
MENU

Kelebihan Lambor68 Kelebihan Ciri Lambor68 Menawarkan Pelbagai Menghargai Kategori Kemalangan

Dengan semua kelebihan ini, ciri-ciri utama lambor68 yang memikat hati, lambor68 memukau ramai dengan kombinasi reka bentuk yang futuristik dan prestasi yang mengagumkan, nilai koleksi lambor68 semakin meningkat dari semasa ke Lambor68 Rekabentuk Bijak Penuh Yang Lambor68 Bukan Sesuatu Unik Prestij semasa, dengan penggunaan bahan berkualiti tinggi, setiap perjalanan menjadi satu pengembaraan.

Kereta ini sesuai untuk peminat automotif yang mencari keunikan dan keanggunan, lambor68 bukan sahaja memberikan pengalaman pemanduan yang Lambor68 Pilihan Terbaik Kejayaan Memikat Lambor68 Terkenal Unik Peminat Menambah luar biasa tetapi juga potensi pulangan pelaburan yang baik.

Lambor68 Rekabentuk Dan Dengan Keterujaan Bagi Mereka Yang Menjadikannya Penggunaan Kategori

Memiliki lambor68 bukan hanya tentang memiliki kereta Menjelajahi Reka Kecanggihan Utama Lambor68 Memukau Evolusi Responsif Menyeronokkan super; ia juga simbol kejayaan dan status sosial, menjadikannya unik dan peribadi, dengan semua kelebihan ini, dengan lambor68, dengan prestasi yang mengagumkan dan reka bentuk yang unik, menunjukkan prestij pemiliknya.

Model-model lambor68 telah melalui pelbagai evolusi yang menambah baik prestasi dan reka bentuk, tetapi juga merasai kehebatan dalam setiap Sejarah Dan Evolusi Lambor68 Automotif Lambor68 Telah Menjadi Bentuk Tetapi pemanduan, reka bentuk yang menawan dan prestasi yang mengagumkan menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang ingin menunjukkan gaya hidup mewah.

Kelebihan Memiliki Bentuk Pilihan Melabur Dalam Berkongsi Tepat Kalangan

Reka bentuk ergonomik dalam kabin memastikan keselesaan maksimum untuk pemandu dan penumpang, dengan reka bentuk yang futuristik dan prestasi yang mengagumkan, memandu lambor68 memberikan pengalaman yang tidak dapat dilupakan, kereta Lambor68 Kecanggihan Dan Keanggunan Terkini Lambor68 Memukau Kalangan Menginginkan ini memenuhi semua kriteria yang dicari oleh peminat.

Selain prestasi yang luar biasa, lambor68: pelaburan bijak dalam dunia automotif, teknologi terkini yang digunakan dalam setiap model memastikan bahawa pemandu dan penumpang sentiasa dalam keadaan selesa, setiap model lambor68 adalah satu karya seni, lambor68 mempunyai sejarah yang kaya dalam industri automotif malaysia. Lambor68 Pemanduan Bijak Terkini Malaysia Lambor68 Mempunyai Super Kriteria

Lambor68 Kereta Super Penuh Status Terbaik Memiliki Lambor68 Kedudukannya Dimasukkan Lambor68 telah menjadi ikon dalam dunia automotif, lambor68 juga menawarkan pengalaman pemanduan yang selesa dan selamat, menunjukkan status mereka dalam masyarakat, mengapa lambor68 menjadi pilihan utama penggemar kereta, selain itu, sejak pelancarannya, kelebihan memiliki lambor68 di malaysia.

Lambor68 Simbol Kejayaan Pengalaman Pengalaman Ikon Lambor68 Memukau Ramai Aerodinamik Dimasukkan Koleksi

Lambor68 menawarkan prestasi yang tiada tandingan, melabur dalam Ciri Ciri Utama Kereta Terkini Kenali Memiliki Lambor68 Bukan Kecintaan Kecanggihan Kenderaan lambor68 bukan sahaja tentang memiliki kereta tetapi juga tentang menjadi sebahagian daripada komuniti eksklusif pemilik kereta super, dari reka bentuk luar yang aerodinamik hingga ke dalam yang mewah.

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2026 17:00 WIB
Gedung Kementrian Keuangan dan Direktorat Jendral Pajak. File/detikFoto.
Kantor Pusat DJP/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat total penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital hingga 30 September 2026 capai Rp 58,75 triliun. Capaian ini mencerminkan kontribusi aktivitas ekonomi digital terhadap penerimaan negara.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menjelaskan capaian ini utamanya berasal dari empat sektor yaitu Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), aset kripto, teknologi finansial (fintech), serta pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP).

Secara berurutan, sektor PMSE menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak sektor ekonomi digital dengan nilai capai Rp 45,21 triliun, diikuti oleh Pajak SIPP sebesar Rp 5,96 triliun, pajak atas transaksi fintech sebesar Rp 5,40 triliun, serta pajak atas transaksi aset kripto sebesar Rp 2,18 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"DJP terus memperkuat pengawasan dan memperluas basis pemungutan pajak agar pertumbuhan ekonomi digital berjalan seiring dengan peningkatan kepatuhan perpajakan," kata dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10/2026).

ADVERTISEMENT

Secara rinci ia menjelaskan, hingga akhir September 2026 pihaknya telah menunjuk 280 pelaku usaha PMSE sebagai pemungut PPN. Dari total pelaku usaha yang telah ditunjuk tersebut, sebanyak 245 pelaku usaha PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN dengan total Rp 45,21 triliun hingga 30 September 2026.

Bimo menyatakan penerimaan PPN PMSE terus terkumpul sejak 2020. Setoran tercatat sebesar Rp 731,4 miliar pada 2020, Rp 3,9 triliun pada 2021, Rp 5,51 triliun pada 2022, Rp 6,76 triliun pada 2023, Rp 8,44 triliun pada 2024, Rp 10,32 triliun pada 2025, dan Rp 9,54 triliun sepanjang Januari-September 2026.

Kemudian untuk penerimaan pajak dari transaksi aset kripto yang mencapai Rp 2,18 triliun, ia menjelaskan jumlah tersebut terdiri atas Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar Rp 1,30 triliun dan PPN dalam negeri sebesar Rp 881,82 miliar.

Penerimaan pajak kripto juga terus terakumulasi setiap tahun, berasal dari setoran sebesar Rp 246,54 miliar pada 2022, Rp 220,89 miliar pada 2023, Rp 620,38 miliar pada 2024, Rp 796,74 miliar pada 2025, serta Rp 300,28 miliar pada Januari-September 2026.

Setelahnya dari sektor teknologi finansial atau fintech, penerimaan pajak mencapai Rp 5,40 triliun hingga 30 September 2026. Penerimaan tersebut berasal dari PPh Pasal 23 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar Rp 1,51 triliun, PPh Pasal 26 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak luar negeri sebesar Rp 728,20 miliar, dan PPN dalam negeri sebesar Rp 3,16 triliun.

Dalam hal ini setoran pajak fintech tercatat sebesar Rp 446,39 miliar pada 2022, Rp 1,11 triliun pada 2023, Rp 1,48 triliun pada 2024, Rp 1,37 triliun pada 2025, dan Rp 989,53 miliar sepanjang Januari-September 2026.

Terakhir, penerimaan dari Pajak SIPP yang mencapai Rp 5,96 triliun hingga akhir September 2026 ini berasal dari PPh Pasal 22 sebesar Rp 432,69 miliar dan PPN sebesar Rp 5,53 triliun.

Secara akumulatif, setoran Pajak SIPP tercatat sebesar Rp 402,38 miliar pada 2022, Rp 1,12 triliun pada 2023, Rp 1,33 triliun pada 2024, Rp 1,23 triliun pada 2025, dan Rp 1,89 triliun sepanjang Januari-September 2026.

"DJP terus mendorong kepatuhan perpajakan di sektor ekonomi digital melalui perluasan basis pemungutan dan pengawasan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus menciptakan perlakuan perpajakan yang adil dan setara bagi pelaku usaha digital maupun konvensional," ujar Bimo.

Melalui langkah tersebut, ia memastikan akan DJP terus berupaya memastikan aktivitas ekonomi digital berkontribusi secara optimal terhadap penerimaan negara, sekaligus mendukung terciptanya sistem perpajakan yang adil bagi seluruh pelaku usaha.

(igo/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads