Aksi nekat melawan arah kembali memicu kecelakaan lalu lintas. Sebuah mobil sedan BMW berwarna putih yang dikemudikan oleh remaja berusia 19 tahun menghantam pengendara sepeda motor lanjut usia di kawasan Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Peristiwa tersebut terjadi tepat di depan Apotek K-24, Jalan Ahmad Jazuli, Gondokusuman, Yogyakarta pada Senin (27/10) sekitar pukul 04.43 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, pria yang sudah berusia 60 tahun mengalami sejumlah luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, membenarkan insiden kecelakaan yang melibatkan mobil mewah dan sepeda motor bebek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat merek BMW putih dan sepeda motor merek Honda Supra terjadi di Jalan Ahmad Jazuli, tepatnya di depan Apotek K-24, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Jogja. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.43 WIB," kata Dani saat dihubungi detikJogja, Selasa (27/10/2026).
Dani menjelaskan, insiden bermula ketika mobil sedan BMW putih yang dikemudikan pria berinisial P (19) melaju di Jalan Ahmad Jazuli dari arah utara menuju selatan. Namun, pengemudi BMW tersebut mengambil jalur dengan cara melawan arah.
Petaka terjadi saat mobil berbelok ke arah barat. Di saat bersamaan, muncul sepeda motor Honda Supra yang dikendarai pria paruh baya berinisial M (60) dari arah barat menuju timur di Jalan Abu Bakar Ali. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tak terhindarkan.
"Sesampainya di depan Apotek K-24, (BMW) berbelok ke barat dan membentur sepeda motor Honda Supra yang dikendarai oleh Sdr. M. Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Supra melaju dari arah barat ke timur di Jalan Abu Bakar Ali," jelas Dani.
Kerasnya benturan membuat pengendara Honda Supra tersungkur dan mengalami sejumlah luka luar di beberapa bagian tubuhnya.
"Pengendara sepeda motor Honda Supra Sdr. M mengalami luka pada lutut kaki kanan lecet, ibu jari kaki kiri lecet, kepala kanan lecet, dan saat ini berobat di RS Bethesda," tutur Dani.
Terkait penyebab pasti pengemudi muda tersebut nekat melawan arus pada dini hari, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif, termasuk mendalami dugaan apakah pengemudi BMW berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat berkendara.
"Masih dalam proses pendalaman (terpengaruh alkohol)," pungkas Dani.
Jika benar mengemudi di bawah pengaruh alkohol, hal ini sangat membahayakan. Bukan hanya diri sendiri, pengguna jalan lain juga bisa terkena imbasnya. Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut berkendara di bawah pengaruh alkohol hanya tinggal menunggu waktu celaka. Efek alkohol pada otak dapat menyebabkan seseorang lambat bereaksi, dan mengalami penurunan penglihatan
"Mudahnya seperti orang bermimpi, jangankan mengemudi aktivitas sekecil apa pun tidak dapat dilakukan dengan normal. Ketika dalam kondisi mabuk dan mengemudi maka kendaraan tersebut dikuasai oleh orang yang berbahaya, arah, kecepatan kendaraan tidak jelas, kecelakaan hanya tunggu waktu," ungkap Sony saat dihubungi detikOto.























































