Sebuah permukiman yang hilang di Banten tiba-tiba kembali muncul. Itu terjadi setelah Bendungan Karian kekeringan panjang yang dipicu oleh fenomena El Niño.
Namanya adalah Kampung Somang di Lebak, Banten. Kampung itu dulunya permukiman padat penduduk yang jarak antar-rumahnya berdempetan.
Berdasarkan catatan detikcom, pada 2023, warga Kampung Somang mulai meninggalkan wilayah tersebut karena akan dialihfungsikan menjadi Bendungan Karian. Meski sudah ditinggalkan, bangunan-bangunan di sana tidak dihancurkan saat kampung ditenggelamkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Kampung Somang, masih ada kampung-kampung lainnya yang juga ditenggelamkan untuk proyek tersebut. Contohnya seperti Kampung Karian, Kampung Susukan, dan Kampung Cibolang.
Untuk di Kampung Karian, warga sudah mulai meninggalkan kampung tersebut pada 2021. Menurut catatan detikFinance, rumah-rumah di sana banyak yang dibongkar oleh warga untuk mengambil sisa bangunan yang masih bisa dimanfaatkan seperti kaca, genteng, hingga kayu fondasi rumah. Tak heran banyak rumah yang kondisinya tidak memiliki atap.
Pada Juli 2026, kampung-kampung yang sudah ditenggelamkan mulai muncul kembali akibat air bendungan yang surut. Terlihat bangunan-bangunan rumah yang hanya tersisa bagian temboknya saja sedangkan atapnya sudah tidak ada.
Ada Masjid yang Masih Utuh
A drone view shows the remnants of houses and Al Mujahiddin mosque in Somang village that have reemerged after the water levels in Karian reservoir, which supply water for surrounding areas including Jakarta, dropped amid the El Nino-driven prolonged drought, in Lebak, Banten province, Indonesia, October 23, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan Foto: REUTERS/Willy Kurniawan |
Di Kampung Somang, terdapat sebuah masjid yang masih berdiri utuh di tengah hampara bangunan rumah tanpa atap. Namanya adalah Masjid Al Mujahidin.
Masjid berkubah biru itu juga masih lengkap dengan menaranya. Konon, masjid itu sudah ada sejak kolonial Belanda.
"Yang mendirikan Abuya, katanya dibangun sejak zaman Belanda. Tapi baru direnovasi sekitar 15 tahun lalu," kata warga yang dulu tinggal di samping Masjid Al Mujahidin, Maman, Rabu (29/7/2026), dikutip dari detikNews.
Sempat Jadi Lokasi Syuting Film
Kampung Somang ternyata sempat dijadikan tempat syuting film horor berjudul Jembatan Shiratal Mustaqim. Salah satu warga sekitar, Maman, menyebutkan syuting dilakukan antara akhir 2024 atau awal 2025. Saat itu, air bendungan sebenarnya telah menenggelamkan sebagian rumah di Kampung Somang.
"Bendungan juga sempat disurutkan sedikit untuk syuting film," ujar Maman, Rabu (29/7/2026), dikutip dari detikNews.
Maman menyebutkan banyak warga sekitar danau di Kecamatan Sajira yang terlibat sebagai kru film. Mulai dari figuran hingga tim teknis memanfaatkan tenaga warga setempat.
Bendungan Karian Diresmikan pada 2024
Bendungan Karian diresmikan oleh Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2024. Proyek ini dulunya termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan biaya pembangunan Rp 2,2 triliun.
Dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Bendungan Karian mulai dibangun pada tahun 2015 dan selesai pada awal tahun 2024. Bendungan ini punya daya tampung 315 juta m³ dan luas genangan 1.773 hektare sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat di Banten, DKI Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat.
Dalam pembangunannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (sekarang Kementerian Pekerjaan Umum) menjalankan pembebasan lahan seluas 2.266,44 hektare. Sampai 2023, telah melakukan relokasi 37 bangunan fasilitas umum dengan rincian 6 sekolah, 11 masjid, 5 madrasah, 9 majelis, 6 musala, 4 kantor desa, 1 polindes, dan 3 posyandu.
Selain itu, ada juga relokasi 54 lokasi tempat pemakaman umum dan makam keramat dengan total 13.017 makam. Lalu, ada juga relokasi 29 tapak tower PLN dan tanah pemerintah/BUMN.
(abr/das)





























































